Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pesta Miras Usai Karnaval Sound Horeg Berujung Maut, Tiga Anggota Keluarga di Desa Gadungan Tewas

Wiwin Meliana • Kamis, 31 Juli 2025 | 19:37 WIB

Ilustrasi pesta miras usai nonton sound horeg (ilustrator : Afrizal Mahbub)
Ilustrasi pesta miras usai nonton sound horeg (ilustrator : Afrizal Mahbub)

BALIEXPRESS.ID– Pesta minuman keras (miras) yang dilakukan empat pria asal Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, berujung tragis.

Tiga orang tewas usai menenggak miras oplosan usai menyaksikan karnaval sound horeg di Desa Kepung, Sabtu malam (26/7).

Baca Juga: Heboh Pengibaran Bendera One Piece Jelang HUT ke-80 RI, Ternyata Begini Artinya

Sementara satu korban lainnya masih selamat dan kini diperiksa oleh pihak kepolisian.

Korban meninggal dunia adalah Purnomo (43) serta dua keponakannya, Deta Wirapratama (23) dan Agung Winarko (21). Ketiganya sempat mendapat perawatan medis namun tidak tertolong. Korban selamat bernama Agus Mulyono (37) saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Kediri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keempat korban menenggak miras jenis telon (oplosan dari tiga jenis minuman keras) di sebuah warung di Desa Kepung. Aktivitas ini dilakukan usai mereka menghadiri karnaval sound system atau “sound horeg” yang sedang ramai digelar.

“Betul, mereka baru nonton karnaval sound horeg. Infonya sempat minum miras telon,” ujar Subakri (55), paman dari dua korban, Deta dan Agung, saat ditemui di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Gadungan.

Baca Juga: Viral Julukan “Thomas Alva Edi Sound Horeg”, Ternyata Memed Hanya Operator Sound Karnaval

Purnomo mengeluhkan sakit di bagian perut dan dada pada Minggu pagi (27/7), sebelum akhirnya meninggal dunia pada Senin (28/7) pagi.

Kondisi serupa dialami Deta dan Agung pada Senin sore. Keduanya langsung dilarikan ke RSUD Kabupaten Kediri (RSKK) pukul 15.51 WIB dan dirawat intensif di ruang ICU. Namun, nyawa keduanya tidak tertolong. Deta menghembuskan napas terakhir Selasa pagi (29/7), disusul Agung pada sore harinya pukul 17.30 WIB.

“Deta masuk kondisi kritis, mengalami kegagalan multiorgan. Begitu juga Agung. Mereka langsung diintubasi,” terang dr. Binti Ratna Khomsiyatin, Wakil Direktur Pelayanan RSKK.

Berbeda dengan tiga temannya, Agus Mulyono berhasil selamat. Menurut sumber yang enggan disebut namanya, Agus sempat merasa tidak enak badan setelah minum miras dan segera meminum air kelapa, yang diduga membantu menetralisir kondisi tubuhnya.

Baca Juga: Pelaku Kedua Dibekuk, Terungkap Bule Perampok Money Changer di Kuta Sudah Beraksi Dua Kali Pakai Paspor Palsu

“Agus langsung diberi air kelapa. Mungkin itu yang menyelamatkan dia,” ungkap sumber tersebut.

Hingga Rabu malam (30/7), pihak Polres Kediri masih mendalami kasus ini. Agus, sebagai satu-satunya korban selamat, tengah dimintai keterangan untuk mengungkap lebih dalam kronologi dan asal muasal miras tersebut.

Sementara itu, sampel darah dan urine korban juga telah dikirim untuk uji toksikologi, guna memastikan kandungan racun atau zat berbahaya dalam tubuh para korban.

 

Editor : Wiwin Meliana
#gadungan #sound horeg #tewas #pesta miras #oplosan