Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

NGERI! Dua Remaja Bacok Tiga Pelajar Secara Acak, Motifnya Bikin Geleng-Geleng

Wiwin Meliana • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 18:00 WIB

Polresta Magelang giring dua remaja pelaku pembacokan siswa secara acak
Polresta Magelang giring dua remaja pelaku pembacokan siswa secara acak

BALIEXPRESS.ID— Dua remaja berinisial FAA (19) dan ARM (19), warga Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, harus mempertanggungjawabkan aksi brutal mereka setelah melakukan penganiayaan terhadap tiga pelajar SMK secara acak menggunakan senjata tajam.

 Peristiwa mengerikan itu terjadi pada Kamis (31/7), pukul 15.40 WIB, di Jalan Blabak–Candimulyo.

Baca Juga: Lelah Diserang Isu Seragam Reuni, Jokowi Tunjukkan Bukti, Jelaskan Alasan Tak Dipakai

Akibat serangan tersebut, dua pelajar mengalami luka serius di bagian punggung dan harus dirawat intensif di RSUD Merah Putih, sementara satu korban lainnya telah diperbolehkan pulang.

Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar mengatakan, kedua pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka.
"Keduanya ditangkap empat jam setelah kejadian, di sebuah warung pecel lele," ujarnya dalam konferensi pers di Mapolresta Magelang, Jumat (1/8).

Kejadian bermula saat FAA mengunjungi rumah temannya, SE, pada Kamis siang. Tak lama, datang SO dan ARM. Dalam obrolan, FAA mengaku pernah dikejar sekelompok pelajar dari salah satu SMK di Kecamatan Mungkid sehari sebelumnya.

Baca Juga: Kongres VI PDIP Kukuhkan Megawati, Empat Nama Masuk Bursa Sekjen, Hasto Kristiyanto Tak Masuk

Dilanda emosi dan dendam, FAA lalu mengajak ARM membalas perlakuan itu — meski tanpa mengetahui secara pasti siapa pelaku sebenarnya. Mereka memutuskan untuk melakukan serangan secara acak.

FAA kemudian mengambil celurit bergagang kayu sepanjang 50 cm yang disimpan di bawah kasur milik SE, dan meminjam motor dari SO.

 ARM mengemudikan motor, sementara FAA membonceng sambil menyembunyikan celurit di balik jaket.

Setibanya di Jalan Blabak–Candimulyo, mereka melihat sejumlah pelajar yang baru pulang sekolah. Di titik inilah mereka melancarkan serangan membabi buta:

ARS (16), warga Desa Bateh, dibacok di bagian punggung.

GS (16), juga dari Desa Bateh, turut menjadi korban di lokasi yang sama.

VAS (15), warga Desa Petung, Pakis, mengalami luka bacok di bagian bahu kanan.

Baca Juga: Anies Baswedan Lega Tom Lembong Bebas; Nama Tom Bersih, Tak Pernah Bersalah

Kasat Reskrim Polresta Magelang Kompol La Ode Arwansyah menyebut motif utama adalah dendam buta tanpa target jelas.

"Tersangka menyerang secara random karena tidak mengetahui pasti siapa yang mengejarnya," katanya.

Pihak kepolisian juga mengungkap bahwa FAA merupakan residivis kasus pencurian yang baru bebas satu bulan lalu setelah menjalani hukuman 10 bulan penjara.

Kedua pelaku kini dijerat dengan:Pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI No. 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam.

Pasal 80 jo Pasal 76C UU No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Mereka terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

 

Editor : Wiwin Meliana
#magelang #dendam #bacok #Acak