BALIEXPRESS.ID– Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia (IMIPAS), Agus Andrianto, tengah menjadi sorotan publik usai pernyataannya terkait seorang pegawai imigrasi bertato viral di media sosial.
Dalam sebuah forum resmi di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, pada Senin (4/8/2025), Agus menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap penampilan pegawai yang dinilai tidak mencerminkan etika aparatur negara.
Baca Juga: Di Tengah Polemik Royalti, Ahmad Dhani Gratiskan Lagu Dewa 19 Diputar di Kafe dan Restoran
“Ini pegawai baru dua tahun, tatonya kayak preman. Saya enggak ngerti, ini penyakit mental kali ya,” ujar Agus dalam pernyataannya yang ramai diperbincangkan warganet pada Rabu (6/8/2025).
Meski menegaskan dirinya bukan anti terhadap tato, Agus menyayangkan jika tampilan ekstrem seperti itu dikenakan oleh petugas imigrasi—profesi yang berada di garda depan pelayanan publik dan berinteraksi langsung dengan warga negara asing.
Menurutnya, kesan profesional dan berwibawa tetap harus dijaga oleh aparatur negara, terutama dalam lingkungan yang sangat sensitif seperti layanan keimigrasian.
Nama Agus Andrianto bukan nama baru dalam dunia penegakan hukum di Indonesia. Ia merupakan mantan Wakapolri berpangkat Komjen Pol (Komisaris Jenderal Polisi) yang kini dipercaya mengisi posisi strategis sebagai Menteri IMIPAS dalam kabinet Prabowo-Gibran.
Agus lahir di Blora, Jawa Tengah, pada 16 Februari 1967. Ia adalah alumni SMAN 1 Blora dan menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1989.
Sejak awal kariernya, Agus dikenal tekun dan disiplin dalam menjalankan tugas kepolisian, mulai dari jabatan pertamanya sebagai Pampta Polres Dairi.
Salah satu tonggak kariernya adalah ketika menjabat sebagai Kapolda Sumatera Utara pada tahun 2018, di mana ia sukses menekan angka peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Reputasinya yang tegas dan berintegritas kemudian membawanya ke berbagai posisi penting, seperti Kepala Divisi Humas Polri, Kabaharkam Polri, dan akhirnya Kabareskrim Polri pada Februari 2021.
Selama menjabat sebagai Kabareskrim, Agus menangani banyak kasus besar, termasuk korupsi kelas kakap, terorisme, dan kasus-kasus kompleks lainnya. Ia dikenal sebagai pemimpin yang mendorong transparansi, akuntabilitas, dan penegakan hukum yang berkeadilan.
Baca Juga: Ajus Linggih Tanggapi Polemik Royalti Lagu: Usul Kerja Sama LMKN dengan Platform Musik Digital
Agus juga sempat menempuh pendidikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, serta mengikuti berbagai pelatihan kepolisian di dalam dan luar negeri.
Sikap tegas Agus Andrianto dalam berbagai isu memang kerap diapresiasi, namun tidak jarang juga menuai kontroversi. Pernyataannya soal pegawai bertato, meski dimaksudkan untuk menjaga citra profesional institusi, memunculkan perdebatan soal kebebasan berekspresi dan stereotip terhadap pemilik tato di lingkungan kerja.
Editor : Wiwin Meliana