BALIEXPRESS.ID – Sebuah langkah revolusioner telah dimulai di Papua Selatan untuk mengatasi masalah stunting dan gizi buruk. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara resmi diluncurkan di SD Inpres Gudang Arang Merauke, Senin (4/8/2025), menjadi harapan baru bagi ribuan anak-anak dan ibu di wilayah ini.
Program yang diinisiasi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Putri Papua Selatan ini akan menyentuh langsung kehidupan 3.963 penerima manfaat. Mulai dari siswa di delapan sekolah, termasuk SD Inpres Gudang Arang hingga SMA Negeri 2, hingga kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu bersalin, dan balita.
Menurut Ketua Yayasan SPPG Putri Papua, Maria Doloros Liu, program MBG diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan. "Ini adalah investasi besar untuk masa depan anak-anak kita," tegasnya, menyoroti pentingnya program nasional ini.
Kolaborasi Kuat, Jangkauan Luas
Program MBG ini tak hanya sekadar membagikan makanan. Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga pihak militer menjadi kunci keberhasilannya. Dandim 1707/Merauke, Letkol Inf Johny Nofriady, menegaskan bahwa semua Kodim bertanggung jawab penuh atas kesiapan SPPG, bahkan berencana membentuk SPPG skala kecil di distrik-distrik terluar.
Selain meningkatkan gizi anak, program ini juga berpotensi menggerakkan roda ekonomi lokal. Bahan baku makanan akan dibeli dari petani, peternak, dan UMKM, menciptakan manfaat berlipat ganda bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Selatan, Ignasius Babaga, menambahkan bahwa program ini diharapkan bisa meningkatkan konsentrasi belajar, menurunkan angka stunting, meningkatkan kehadiran sekolah, serta membentuk perilaku hidup sehat sejak dini.
Dengan komitmen dan kolaborasi yang kuat dari berbagai pihak, Program MBG di Papua Selatan siap menjadi garda terdepan dalam membangun generasi yang lebih sehat dan berkualitas. Langkah ini menunjukkan bahwa masa depan cerah bagi anak-anak Papua Selatan sedang diukir, satu piring makanan bergizi pada satu waktu. ***