Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Muncul Desakan Bubarkan DPR, Ahmad Sahroni: Itu Mental Orang Tolol

Wiwin Meliana • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 18:09 WIB

Pernyataan Kontroversial Ahmad Sahroni
Pernyataan Kontroversial Ahmad Sahroni

BALIEXPRESS.ID – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, kembali mencuri perhatian publik lewat pernyataan kontroversialnya.

Saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Polda Sumatera Utara, Jumat (22/8/2025), Sahroni secara terang-terangan menyebut bahwa pihak yang menyerukan pembubaran DPR sebagai “orang tolol sedunia”.

Baca Juga: Viral Foto Wamenaker Terbaring Sakit Usai OTT, KPK Beber Faktanya

Pernyataan itu disampaikan Sahroni dalam sesi dialog terbuka, dan cuplikannya tersebar luas melalui video pendek yang diunggah di berbagai platform media sosial.

"Orang yang cuma mental bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia," ujar Sahroni lantang.

Dalam video yang beredar, Sahroni juga menyampaikan bahwa dirinya tidak anti-kritik.

Ia menyebut anggota DPR terbuka terhadap kritik dan bahkan cacian dari masyarakat, namun harus disampaikan dengan cara yang beradab.

“Kita boleh dikritik, dicaci maki juga boleh. Tapi kita punya pekerjaan dan empati. Jangan mencaci maki berlebihan, itu merusak mental,” ungkap politisi asal NasDem tersebut.

Baca Juga: Viral Video Bupati Bangka Selatan Joget Sound Horeg Bareng Paskibraka, Ini Tanggapan Riza Herdavid

Ia menegaskan bahwa menyampaikan kritik harus dilakukan secara konstruktif, bukan dengan menyerukan pembubaran lembaga negara.

Menurutnya, kritik yang demikian tidak membawa solusi dan justru menunjukkan ketidakdewasaan dalam berdemokrasi.

“Memang belum tentu kami benar, belum tentu hebat. Tapi kami bekerja, dan minimal kami punya niat untuk mewakili masyarakat,” tambahnya.

Ucapan Sahroni langsung menuai berbagai reaksi dari publik. Sebagian menilai pernyataannya arogan dan tidak pantas disampaikan oleh pejabat publik.

 Namun ada pula yang sepakat, menyebut bahwa kritik harus tetap berada dalam koridor yang membangun, bukan destruktif.

Baca Juga: Calo Bus Dipukuli Calon Penumpang Akibat Uang Tiket Tak Dikembalikan Penuh

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari DPR RI atau fraksi terkait pernyataan tersebut. Namun perdebatan sengit terus berlangsung di media sosial.

Seruan untuk membubarkan DPR bukan hal baru di masyarakat. Kritik tajam terhadap lembaga legislatif kerap muncul ketika terjadi kontroversi dalam proses legislasi, rendahnya tingkat kehadiran, atau saat muncul kasus hukum yang menjerat anggota dewan.

Editor : Wiwin Meliana
#Tolol #ahmad sahroni #bubarkan dpr