BALIEXPRESS.ID-Nama Dwi Hartono alias DH mendadak jadi sorotan tajam publik setelah ditetapkan sebagai salah satu aktor intelektual dalam kasus penculikan dan pembunuhan Muhammad Ilham Pradipta (37), Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Tak butuh waktu lama, akun media sosial milik Dwi, khususnya akun Instagram @klanhartono, langsung diserbu ribuan komentar hujatan dari warganet.
Baca Juga: Kronologi Pengendara Ojek Online Tewas setelah Tabrak Becak di Depannya
Pantauan pada Rabu (27/8) malam menunjukkan, hampir seluruh unggahan pria yang selama ini dikenal sebagai motivator dan pengusaha sukses asal Jambi itu dibanjiri kritik, sindiran, hingga amarah publik.
Salah satu unggahan paling ramai dikomentari adalah video terakhir DH saat sedang bermain biliar, diunggah pada 13 Agustus 2025.
Dalam video tersebut, Dwi menuliskan caption penuh percaya diri:
"Siapa yang berani melawan?", lengkap dengan emotikon tertawa.
Ironisnya, video itu diunggah hanya sekitar sepekan sebelum peristiwa penculikan Ilham terjadi.
Baca Juga: Motif Kredit Fiktif Rp13 Miliar Diduga Jadi Pemicu Pembunuhan Kacab Bank BRI
Warganet pun menilai unggahan tersebut seperti tantangan yang kini berbalik menjadi bumerang.
Komentar pedas pun membanjiri postingan itu.
“Gaya sok kaya, sok entrepreneur. Gak tahunya maksa banget hidup lo!” tulis salah satu akun.
“Dulu sok motivator, sekarang jadi otak pembunuhan. Tragis banget,” tulis yang lain.
Bahkan ada yang menyindir keras, “Salam hangat dari sel Nusakambangan,”.
Selain video biliar, unggahan Dwi tentang keberhasilannya diterima di program S-2 MBA Universitas Gadjah Mada (UGM) juga ikut jadi sasaran. Dalam caption-nya, Dwi menulis dengan penuh kebanggaan.
“Akhirnya lulus, guys. Resmi jadi mahasiswa lagi S-2 MBA, sekolah bisnis pertama dan terbaik No. 1 di Indonesia, yang lulus hanya 42 orang dari ribuan yang daftar.”
Unggahan itu kini dipenuhi komentar sarkastik.
“Mahasiswa MBA tapi gagal lulus etika,” tulis warganet.
Selama ini, Dwi Hartono dikenal sebagai figur publik yang kerap tampil perlente, dermawan, dan membangun citra positif sebagai motivator muda sukses. Ia juga dikenal aktif di media sosial, membagikan tips kehidupan, karier, dan edukasi bisnis kepada pengikutnya.
Baca Juga: Maling Motor di Bangli Masih Gentayangan, Yamaha Mio Warga Satra Kintamani Raib
Namun citra itu kini hancur berantakan setelah namanya dikaitkan dalam aksi penculikan yang berujung pada kematian Ilham. Ia ditangkap oleh Tim Jatanras Polda Metro Jaya di Solo pada 23 Agustus 2025, dan ditetapkan sebagai tersangka aktor intelektual dalam kasus tersebut.
Editor : Wiwin Meliana