Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Usai Sahroni dan Nafa Urbach, PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya

Wiwin Meliana • Senin, 1 September 2025 | 14:46 WIB

PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya
PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya

BALIEXPRESS.ID-Gelombang tekanan publik terhadap wakil rakyat terus bergulir. Setelah Partai NasDem lebih dulu menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, kini giliran dua selebritas-politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN), Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan Surya Utama (Uya Kuya), yang resmi dinonaktifkan dari kursi DPR RI.

Baca Juga: Tiga Pendaki Gunung Batukaru Dievakuasi Akibat Kelelahan, Satu Alami Patah Tulang

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN mengumumkan keputusan penonaktifan Eko Patrio dan Uya Kuya melalui siaran pers resmi pada Minggu (31/8/2025). Keputusan ini mulai berlaku efektif sejak Senin, 1 September 2025.

“Mencermati dinamika dan perkembangan saat ini, DPP PAN memutuskan untuk menonaktifkan Saudaraku Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan Saudaraku Surya Utama (Uya Kuya) sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi PAN DPR RI, terhitung sejak hari Senin, 1 September 2025,” demikian kutipan dari pernyataan resmi PAN.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya menenangkan situasi sosial-politik yang tengah memanas akibat aksi sejumlah anggota dewan yang dinilai tidak menunjukkan empati terhadap kondisi masyarakat.

Baca Juga: Porprov Bali XVI : Judo Sumbang Emas Ketiga, Paralayang Klungkung Unggul Sementara

Sehari sebelum keputusan resmi diumumkan, Eko Patrio telah lebih dahulu menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya. Dalam video tersebut, ia tampil bersama rekan sefraksi, Pasha Ungu.

“Dengan penuh kerendahan hati, saya Eko Patrio, menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada masyarakat atas keresahan yang timbul akibat perbuatan yang saya lakukan,” ucapnya.

Uya Kuya pun mengambil langkah serupa. Ia menyampaikan penyesalan mendalam atas video dirinya berjoget di dalam Gedung DPR RI, sesaat setelah pengumuman kenaikan gaji dan tunjangan anggota dewan—yang belakangan memicu gelombang kritik dari masyarakat.

“Saya Uya Kuya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, tulus dari hati saya yang paling dalam untuk seluruh masyarakat Indonesia atas apa yang terjadi beberapa hari terakhir ini,” ujar Uya dalam videonya.

Kemarahan publik memuncak pada Sabtu malam (30/8) hingga Minggu dini hari (31/8), ketika kediaman Eko Patrio dan Uya Kuya di Jakarta digeruduk massa.

Baca Juga: Disdukcapil Gelontorkan Rp7 Miliar untuk Dukung Program Atma Kerthi, Dorong Warga Tertib Urus Pencatatan Kematian

Aksi tersebut menambah daftar panjang rumah legislator yang menjadi sasaran kemarahan warga, setelah sebelumnya rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok, Jakarta Utara, lebih dulu didatangi warga.

Peristiwa ini menjadi sinyal kuat bahwa ketidakpuasan masyarakat terhadap para wakil rakyat telah mencapai titik kritis. Aksi-aksi yang dinilai tidak peka terhadap penderitaan rakyat di tengah situasi ekonomi sulit telah memicu reaksi luas di berbagai daerah.

Sementara itu, Partai NasDem telah lebih dahulu mengambil langkah tegas terhadap dua kadernya, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach. Keduanya resmi dinonaktifkan dari Fraksi NasDem DPR RI mulai 1 September 2025. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Ketua Umum NasDem Surya Paloh bersama Sekjen Hermawi F. Taslim.

Baca Juga: Ketua DPRD Tabanan Minta TAPD Menyerahkan Dokumen KUA-PPAS Lebih Awal

“Bahwa dalam perjalanan mengemban aspirasi masyarakat ternyata ada pernyataan dari wakil rakyat, khususnya Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, yang telah menyinggung dan mencederai perasaan rakyat. Hal tersebut merupakan penyimpangan terhadap perjuangan Partai NasDem,” tegas Paloh dalam konferensi pers.

 

Editor : Wiwin Meliana
#pan #eko patrio #dinonaktifkan #uya kuya