BALIEXPRESS.ID – Presenter sekaligus anggota DPR RI, Uya Kuya, turut menjadi korban gelombang amukan massa yang meluas ke sejumlah rumah pejabat negara.
Rumahnya yang terletak di kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, dilaporkan dijarah massa pada Sabtu malam (30/8/2025).
Baca Juga: Penyaluran KUR BRI Dorong Setengah Juta Pengusaha UMKM Naik Kelas
Peristiwa penjarahan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Puluhan orang menyerbu kediaman bercat putih milik anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PAN itu tanpa pengawalan aparat di lokasi.
“Bongkar! Masukin semua!” teriak salah satu massa, memicu suasana semakin ricuh.
Pagar besi depan rumah ambruk diguncang massa. Tak lama, kaca jendela dihancurkan, memberi jalan bagi puluhan orang untuk masuk dan merusak isi rumah. Mulai dari televisi, perabot, barang elektronik, hingga koleksi pribadi ikut dijarah.
Tak hanya itu, kamar pribadi di lantai dua pun ikut dijebol. Bahkan, kucing ras kesayangan Uya Kuya, yang ditaksir bernilai puluhan juta rupiah, ikut raib dibawa massa.
Baca Juga: Pasca Demo Ricuh di Bali: Ratusan Orang Dibebaskan, Tiga Masih Diamankan Polda, ini Perannya
Meski mengalami kerugian besar, Uya Kuya memilih menyikapi kejadian ini dengan kepala dingin.
Melalui akun Instagram pribadinya, @king_uyakuya, Uya membagikan sejumlah unggahan berisi dukungan dari kerabat dan warganet yang menguatkan dirinya dan keluarga.
Dalam salah satu unggahan story, suami dari Astrid Kuya itu menuliskan pesan singkat namun menyentuh kepada pelaku penjarahan:
“Semoga apa yang kalian ambil bermanfaat buat kalian”.
Pernyataan itu mendapat sorotan luas dari publik. Banyak netizen memuji sikap Uya yang tetap tenang dan tidak meluapkan kemarahan, meski rumahnya telah dijarah secara brutal.
Unggahan Uya Kuya pun memicu gelombang simpati dari berbagai pihak. Banyak pengguna media sosial menilai bahwa Uya telah menunjukkan sikap yang dewasa, berjiwa besar, dan memilih meredam situasi daripada memperkeruh keadaan.
Baca Juga: Bupati Klungkung Tekankan Arahan Mendagri, Fokus Jaga Stabilitas dan Hindari Pemborosan
Peristiwa ini menambah daftar panjang rumah anggota DPR yang menjadi korban penjarahan dalam beberapa hari terakhir. Gelombang protes yang awalnya menuntut keadilan sosial dan kebijakan DPR kini mulai berubah menjadi tindakan destruktif yang merugikan banyak pihak.
Editor : Wiwin Meliana