Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Siapa Riza Chalid? Sosok Dijuluki Mafia Migas yang Kini Jadi Buronan Kejaksaan Agung

Wiwin Meliana • Selasa, 2 September 2025 | 17:06 WIB

Sosok Riza Chalid yang kini Jadi Buronan Kejaksaan Agung
Sosok Riza Chalid yang kini Jadi Buronan Kejaksaan Agung

BALIEXPRESS.ID— Nama Mohammad Riza Chalid kembali menjadi sorotan publik setelah Kejaksaan Agung Republik Indonesia secara resmi menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait tata kelola minyak mentah dan produk kilang di lingkungan PT Pertamina.

 Pengusaha yang dijuluki “Gasoline Godfather” ini kini berstatus buronan dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Baca Juga: Nama Riza Chalid Kembali Disorot, Benarkah Dalang di Balik Aksi Demo Besar-Besaran?

Riza Chalid lahir pada tahun 1960 dari pasangan Chalid bin Abdat dan Siti Hindun binti Ali Alkatiri. Ia menikah dengan Roestriana Adrianti, atau yang dikenal publik sebagai Uchu Riza, pada tahun 1985. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak, yaitu Muhammad Kerry Adrianto dan Kenesa Ilona Rina.

Meski tidak banyak tampil di hadapan publik, Riza dikenal luas di kalangan elite bisnis sebagai salah satu pengusaha paling berpengaruh di sektor energi, khususnya migas.

Julukan “mafia migas” melekat padanya karena pengaruh besar dan jejaring kuat yang ia bangun selama bertahun-tahun di industri ini.

Riza Chalid memulai dan membesarkan bisnisnya melalui jalur perdagangan minyak mentah dan BBM, baik di dalam negeri maupun internasional.

Baca Juga: Korsleting Diduga Sebabkan Kebakaran Usaha Telur Asin di Takmung, Kerugian Rp15 Juta

 Ia tercatat memiliki sejumlah perusahaan energi yang berbasis di Singapura, seperti Supreme Energy, Paramount Petroleum, Straits Oil, dan Cosmic Petroleum. Di luar migas, Riza juga merambah sektor lain seperti perkebunan kelapa sawit, industri minuman, dan ritel.

Dengan nilai transaksi yang sangat besar—terutama melalui keterlibatannya dalam aktivitas Petral (Pertamina Energy Trading Ltd)—Riza berhasil mengumpulkan kekayaan yang sangat signifikan.

 Pada 2015, majalah Globe Asia menempatkannya sebagai orang terkaya ke-88 di Indonesia, dengan estimasi kekayaan mencapai 415 juta dolar AS.

Riza Chalid menjadi figur sentral dalam polemik seputar Petral, anak perusahaan Pertamina yang berbasis di Singapura dan berperan penting dalam rantai pasok minyak nasional.

 Petral sempat menjadi simbol praktik bisnis tertutup dan penuh konflik kepentingan, dengan nilai transaksi yang disebut mencapai lebih dari 30 miliar dolar AS per tahun.

Keterlibatan Riza dalam operasi Petral disebut sebagai salah satu alasan kuat mengapa entitas tersebut akhirnya dibubarkan, menyusul temuan banyaknya praktik tidak transparan dalam pengadaan minyak mentah dan BBM untuk Indonesia.

Baca Juga: Bupati Tabanan Lakukan Rotasi dan Mutasi Perdana, 8 Pejabat Eselon II Dapat Jabatan Baru

Kejaksaan Agung RI menetapkan Riza Chalid sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak dan produk kilang Pertamina, yang berpotensi menyebabkan kerugian besar bagi keuangan negara.

 Ia diketahui tidak memenuhi panggilan penyidik dan diduga telah berada di luar negeri sejak lama, kemungkinan besar di Malaysia atau Singapura.

Karena tidak kooperatif, Riza akhirnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Kejaksaan kini bekerja sama dengan otoritas internasional untuk melacak keberadaannya.

 

Editor : Wiwin Meliana
#tersangka #riza chalid #buronan #mafia migas #pertamina