Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bandingkan Guru dan Pedagang, Menag Nasaruddin Umar Buru-Buru Minta Maaf

Wiwin Meliana • Kamis, 4 September 2025 | 20:21 WIB

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada para guru
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada para guru

BALIEXPRESS.ID– Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada para guru usai pernyataannya yang membandingkan profesi guru dengan pedagang menuai polemik dan viral di media sosial.

 Pernyataan itu ia sampaikan dalam pembukaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Batch 3 Tahun 2025 di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Rabu (3/9).

Baca Juga: Turis Australia dan Vietnam Jadi Korban, Dua Pelaku Pencurian Dibekuk Polsek Nusa Penida

Dalam pidatonya, Nasaruddin awalnya menekankan bahwa profesi guru sangat mulia, bahkan menyebutkan bahwa guru adalah “manusia suci di bumi dan di langit” yang masuk surga lebih dahulu dibanding profesi lainnya.

Namun kontroversi mencuat ketika ia membandingkan guru dengan pedagang. Dalam pidatonya, Nasaruddin menyampaikan bahwa pedagang bekerja untuk mencari untung finansial, sedangkan guru harus didorong oleh panggilan jiwa. Ia bahkan menyatakan:

“Kalau masih ada guru yang berorientasi pada uang, sebaiknya jadi pedagang saja”.

Pernyataan ini pun memantik reaksi dari berbagai kalangan, khususnya para guru honorer dan tenaga pendidik di daerah yang selama ini berjuang dengan penghasilan jauh dari layak.

Potongan video pidato tersebut cepat menyebar di media sosial dan menuai kritik. Banyak netizen menilai pernyataan Menag tidak sensitif terhadap realitas yang dihadapi guru di lapangan, terutama yang belum diangkat sebagai ASN.

Baca Juga: Dari Koran Bekas hingga Sablon Baju, Warga Binaan Rutan Klungkung Diasah Mandiri

Menyadari kegaduhan yang ditimbulkan, Nasaruddin Umar langsung menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi pada hari yang sama.

“Saya menyadari bahwa potongan pernyataan saya menimbulkan tafsir yang kurang tepat dan melukai perasaan sebagian guru. Untuk itu, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya,” kata Nasaruddin.

Ia menegaskan bahwa tidak ada niat sedikit pun untuk merendahkan profesi guru. Justru ia ingin menegaskan bahwa menjadi guru adalah panggilan suci yang sangat dihormati dan dijunjung tinggi.

“Saya juga seorang guru. Puluhan tahun hidup saya saya abdikan di ruang kelas, mendidik mahasiswa, menulis, dan membimbing,” tambahnya.

Nasaruddin juga menegaskan bahwa negara wajib hadir memperhatikan kesejahteraan guru, seiring dengan kemuliaan tugas mereka dalam membentuk masa depan generasi bangsa.

Baca Juga: Jerat TPPO Kapal Penangkap Cumi di Benoa Bali, 21 ABK Disekap dan Hanya Makan 2 Sendok Mie

Sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah, Nasaruddin memaparkan bahwa:

227.147 guru non-PNS menerima kenaikan tunjangan profesi dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan di tahun ini.

Lebih dari 206 ribu guru saat ini sedang mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai bagian dari peningkatan kompetensi.

“Mari kita bersama menjaga martabat guru, sebab dari tangan merekalah masa depan bangsa lahir dan tumbuh,” pungkasnya.

 

Editor : Wiwin Meliana
#pedagang #guru #minta maaf #nasaruddin umar #menag