BALIEXPRESS.ID-Presiden Prabowo Subianto secara resmi melakukan perombakan kabinet pertamanya sejak dilantik sebagai Presiden RI hampir setahun lalu.
Dalam konferensi pers yang digelar di Istana Negara pada Senin sore (8/9), diumumkan bahwa lima posisi menteri diganti dan satu kementerian baru dibentuk.
Baca Juga: Pengemudi Diduga Ngantuk, Wuling Terguling ke Parit di Jalur Denpasar–Gilimanuk
Reshuffle ini dinilai sebagai respons atas meningkatnya tekanan publik serta kebutuhan penyesuaian arah pemerintahan di tengah dinamika politik, hukum, dan ekonomi nasional yang semakin kompleks.
Salah satu perubahan paling mencolok adalah pemberhentian Sri Mulyani Indrawati dari posisi Menteri Keuangan. Sri Mulyani telah menjabat sejak era Presiden Jokowi dan dikenal sebagai figur kunci dalam reformasi fiskal.
Namun, dalam beberapa bulan terakhir, ia menghadapi tekanan besar terkait kebijakan perpajakan, termasuk demonstrasi besar yang berujung kerusuhan di depan rumah dinasnya pada akhir Agustus lalu.
Menggantikan posisi tersebut, Presiden menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan yang baru. Purbaya sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan dikenal memiliki latar belakang kuat di bidang ekonomi makro.
Baca Juga: Sulinggih di Ubud Protes Sound Horeg, Minta DPD RI Turun Tangan
Selain itu, berikut adalah daftar menteri baru yang diumumkan:
Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Sri Mulyani
Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi, menggantikan Budi Arie
Mukhtaruddin sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, menggantikan Abdul Kadir Karding
Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah, menjabat di kementerian yang baru dibentuk
Prabowo juga mengumumkan pembentukan Kementerian Haji dan Umrah, yang ditujukan untuk menangani urusan ibadah umat Muslim Indonesia secara lebih terfokus dan profesional. Pembentukan kementerian ini juga dimaksudkan untuk memperkuat hubungan diplomatik dengan Arab Saudi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Baca Juga: Sadisnya Pelaku Mutilasi Wanita di Mojokerto, Tengkorak Korban Ditemukan di Kontrakan
Dua posisi menteri belum diumumkan penggantinya, yakni Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa untuk sementara, Presiden belum menunjuk pengganti definitif untuk posisi Menko Polhukam.
“Untuk sementara waktu, Bapak Presiden akan menunjuk pelaksana ad interim,” ujar Prasetyo.
Sedangkan untuk Menpora, calon menteri yang telah ditunjuk belum bisa dilantik karena sedang berada di luar kota.
Langkah reshuffle ini memperlihatkan arah kebijakan Presiden Prabowo yang ingin memperkuat stabilitas politik dan efisiensi birokrasi, sekaligus merespons tekanan sosial yang meningkat.
Presiden Prabowo memimpin langsung prosesi pelantikan seluruh menteri baru di Istana Negara. Ia menyampaikan harapannya agar para menteri dapat langsung bekerja cepat dan solid dalam menyelesaikan tugas-tugas strategis nasional.
Editor : Wiwin Meliana