BALIEXPRESS.ID-Sri Mulyani Indrawati resmi tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai penggantinya dalam reshuffle Kabinet Merah Putih yang diumumkan pada Senin (8/9).
Meski pergantiannya terkesan mengejutkan, sejumlah sumber menyebut bahwa Sri Mulyani sebenarnya telah dua kali mengajukan pengunduran diri secara pribadi kepada Presiden Prabowo, terutama setelah insiden penjarahan di kediamannya pada akhir Agustus lalu.
Baca Juga: Rem Blong, Truk Bermuatan Kardus Tabrak Mahasiswi di Traffic Light
Rumah dinas Sri Mulyani yang terletak di Jalan Mandar, Bintaro Sektor III, Tangerang Selatan, menjadi sasaran amuk massa dalam aksi demonstrasi besar yang menentang kebijakan perpajakan nasional.
Aksi demo yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi kerusuhan, menyebabkan kerusakan parah di bagian rumah dan pengamanan yang dinilai gagal meredam kemarahan publik.
Dalam sebuah potongan video pendek yang beredar di media sosial dan diberitakan oleh Tempo, seorang sumber dari lingkaran dalam menyebut bahwa tak lama setelah peristiwa tersebut, Sri Mulyani menemui langsung Presiden Prabowo di Istana untuk menyerahkan surat pengunduran diri.
Namun, menurut sumber tersebut, pengunduran dirinya sempat ditolak oleh Presiden dengan pertimbangan menjaga stabilitas pasar dan menghindari gejolak ekonomi yang lebih luas.
Baca Juga: Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih, 6 Menteri Dicopot Termasuk Sri Mulyani, Ini Daftar Lengkapnya
Saat itu, keberadaan Sri Mulyani masih dianggap krusial untuk meredam kepanikan di sektor keuangan nasional.
Namun tekanan publik yang terus meningkat, khususnya terhadap kebijakan fiskal dan perpajakan, membuat posisinya kian tertekan.
Dalam reshuffle pertama Presiden Prabowo sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, Sri Mulyani akhirnya diberhentikan secara resmi.
Menggantikan posisi Sri Mulyani, Presiden Prabowo menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Purbaya dikenal memiliki latar belakang akademis dan teknokratik di bidang ekonomi makro dan stabilitas sistem keuangan.
Perubahan ini menjadi bagian dari perombakan lebih luas dalam Kabinet Merah Putih. Selain Kementerian Keuangan, beberapa kementerian lain juga mengalami perubahan:
Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi, menggantikan Budi Arie
Mukhtaruddin sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, menggantikan Abdul Kadir Karding
Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah — kementerian baru yang dibentuk dalam reshuffle kali ini
Baca Juga: Pengemudi Diduga Ngantuk, Wuling Terguling ke Parit di Jalur Denpasar–Gilimanuk
Sementara dua posisi menteri lainnya, yaitu Menko Polhukam dan Menpora, masih belum diumumkan penggantinya secara definitif.
Sri Mulyani dikenal sebagai sosok reformis yang sudah menjabat di berbagai pemerintahan sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia kembali dipercaya Presiden Jokowi pada 2016 dan melanjutkan perannya di awal pemerintahan Prabowo sebelum akhirnya berakhir hari ini.
Editor : Wiwin Meliana