BALIEXPRESS.ID-Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, menyoroti kondisi moral dan citra Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang belakangan ini tengah menjadi sorotan tajam publik.
Baca Juga: Perbekel Kintamani Singgung Pemangkasan ADD Rp15 Miliar, Pemkab Bangli Jelaskan Alasan
Ia menyebut, banyak aparat kepolisian yang kini disudutkan dan bahkan dibully oleh masyarakat akibat berbagai tindakan kontroversial yang terjadi di lapangan.
“Polisi kita belakangan ini mendapat sorotan publik karena tindakannya saat melaksanakan tugas di lapangan. Disudutkan, dibully, dituding sebagai penjahat, pelindung preman, hingga perekayasa hukum. Muncul gejala pelemahan moril karena demoralisasi,” tulis Mahfud MD melalui akun media sosialnya, dikutip Sabtu (13/9/2025).
Meski demikian, Mahfud menegaskan bahwa secara umum institusi Polri telah menjalankan tugas dengan baik, terutama dalam menjaga keamanan di pelosok negeri.
Baca Juga: Polsek Nusa Penida Tangkap Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Wisatawan Kanada
“Padahal secara umum Polri baik. Keamanan dan ketentraman di 75.265 desa dilakukan Polri dengan baik. Banyak polisi yang betul-betul melayani masyarakat hingga daerah terpencil,” tambahnya.
Mahfud menyampaikan pernyataan ini usai menjadi pembicara dalam Forum Belajar Bersama yang dihadiri para pejabat utama (PJU) Posko Presisi secara langsung.
Forum tersebut juga diikuti oleh seluruh Kapolda, Kapolres, dan Kapolsek se-Indonesia melalui konferensi virtual.
Dalam forum tersebut, Mahfud mengajak seluruh anggota Polri untuk menyadari kembali tanggung jawab konstitusional mereka dalam menjaga keamanan dan penegakan hukum di tanah air.
Baca Juga: Kecelakaan Tragis, Istri Tewas setelah Motor yang Dikendarai Suami Terpeleset dan Tabrak Truk
“Saya mengajak Polri untuk mensyukuri dan merawat kemerdekaan. Menyadari kewajiban dan tugas bersama melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia. Polri memiliki peran strategis menjaga NKRI dari sudut kamtibmas dan penegakan hukum,” ujarnya.
Mahfud juga mendorong penguatan nilai kejuangan Polri yang bersumber dari Tri Brata dan Catur Prasetya sebagai fondasi moral institusi.
Tak lupa, ia menekankan pentingnya evaluasi dan perbaikan internal yang berkelanjutan.
“Saya meminta untuk terus menerus melakukan introspeksi, juga penegakan hukum yang tegas dan humanis, serta senantiasa kembali ke jatidiri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” pungkas Mahfud.
Editor : Wiwin Meliana