BALIEXPRESS.ID – Nama Benny Kabur Harman belakangan ini menjadi buah bibir di media sosial dan publik tanah air.
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat ini menjadi sorotan setelah sebuah video uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon hakim agung Alimin Ribut Sujono viral dan memicu reaksi keras dari warganet.
Dalam video yang beredar, Benny tampak mencecar Alimin soal keputusannya menjatuhkan hukuman mati terhadap mantan Jenderal Polri Ferdy Sambo, yang divonis dalam kasus pembunuhan ajudannya, Brigadir J.
Pernyataan Benny yang menyebut hakim "mengambil posisi sebagai wakil Tuhan" karena menjatuhkan vonis mati, dianggap oleh banyak warganet sebagai bentuk pembelaan terhadap pelaku kejahatan berat.
Komentar itu memicu kemarahan publik, hingga tak sedikit yang menyerukan agar Partai Demokrat dan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memecat Benny sebagai kader partai.
Namun di balik kontroversi tersebut, siapa sebenarnya sosok Benny Kabur Harman?
Baca Juga: Benny Kabur Harman Cecar Calon Hakim Agung Soal Vonis Mati Ferdy Sambo: Anda Merasa Wakil Tuhan?
Benny Kabur Harman lahir pada 19 September 1962 di Denge, Satarmese, Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejak kecil, ia dikenal sebagai pribadi yang cerdas dan aktif menempuh pendidikan di tanah kelahirannya. Ia menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMA Seminar St. Pius XII Kisol, Flores.
Usai lulus, Benny merantau ke Malang, Jawa Timur, untuk melanjutkan studi hukum di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, dan meraih gelar Sarjana Hukum (SH) pada tahun 1987.
Semangat belajarnya tak berhenti di sana. Pada tahun 1997, ia melanjutkan pendidikan S2 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Di masa ini, Benny mulai dikenal sebagai aktivis hukum dan banyak terlibat dalam proyek sosial dan advokasi.
Benny dikenal luas bukan hanya sebagai politisi, tapi juga aktivis hukum yang vokal memperjuangkan keadilan. Ia adalah pendiri dan Direktur Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) dari tahun 1995 hingga 1998.
Selain itu, ia juga mendirikan Center for Information and Economic-Law Studies (CINLES), sebuah lembaga kajian hukum dan ekonomi, dan menjabat sebagai Direktur Eksekutif.
Baca Juga: Polres Jembrana Beri Layanan Kesehatan Gratis kepada 24 Warga Terdampak Banjir di Budeng
Benny kemudian terjun ke dunia politik dan tergabung dalam Partai Demokrat. Ia telah beberapa kali menjabat sebagai anggota DPR RI, dan kini duduk sebagai anggota Komisi III DPR RI, yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan.
Sebagai anggota Komisi III, Benny dikenal kritis dan tajam dalam berbagai sidang, termasuk dalam uji kelayakan calon pejabat hukum negara. Namun, pernyataannya terhadap Alimin Ribut Sujono dalam sidang calon hakim agung baru-baru ini menuai kontroversi besar.
Komentarnya terhadap vonis mati yang dijatuhkan Alimin kepada Ferdy Sambo dianggap publik tidak peka terhadap rasa keadilan masyarakat. Potongan video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan momen saat Benny menyebut hakim sebagai “wakil Tuhan” karena memutuskan hukuman mati.
Warganet pun merespons keras:
“@agusyudhoyono @pdemokrat pilihanmu hanya dua: 1. Kalian pecat Pak Benny secepatnya. 2. Kalian pecat Pak Benny secepatnya!!!” tulis salah satu komentar yang dikutip dari akun @awreceh.id.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Partai Demokrat atau Benny sendiri terkait desakan publik tersebut.
Editor : Wiwin Meliana