BALIEXPRESS.ID– Aksi Kepala Desa Tempuran, Slamet, yang viral karena berjoget bersama seorang biduan di Kantor Kecamatan Sooko, Mojokerto, akhirnya mendapat tanggapan resmi.
Kepada awak media, Slamet meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Mojokerto.
Baca Juga: Viral! Kades di Mojokerto Joget Bareng Biduan di Kantor Kecamatan, Warganet: Pakai Uang Rakyat?
Dalam pernyataannya pada Jumat (26/9/2025), Slamet mengakui bahwa aksinya telah menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat dan berjanji akan lebih berhati-hati dalam bersikap sebagai pejabat publik.
“Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, juga Pemerintah Kabupaten Mojokerto karena sudah membuat gaduh setelah berjoget bersama penyanyi di Kantor Kecamatan Sooko,” kata Slamet.
Slamet menjelaskan bahwa insiden joget tersebut terjadi usai acara pembubaran panitia Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Agustusan pada 10 September 2025. Acara itu dihadiri oleh seluruh kepala desa di Kecamatan Sooko, serta perwakilan dari Forkopimca dan sejumlah instansi terkait.
Baca Juga: 101 Pelajar di Kebumen Keracunan Usai Santap Soto Program MBG, Puskesmas Kewalahan
Aksi joget, menurutnya, merupakan spontanitas dan bentuk luapan kegembiraan atas suksesnya kegiatan peringatan hari besar nasional.
“Itu ekspresi spontan saja, tidak direncanakan. Saya hanya ikut bergembira setelah kegiatan berjalan dengan lancar,” ujar Slamet.
Menanggapi dugaan penggunaan anggaran negara untuk hiburan, Slamet dengan tegas membantah.
Ia menyatakan bahwa kehadiran grup electone dalam acara tersebut merupakan inisiatif pribadi, dan tidak melibatkan anggaran desa maupun dana kepanitiaan kecamatan.
“Saya menghadirkan grup electone milik saya sendiri. Saya membantu tanpa menggunakan anggaran desa ataupun kecamatan. Jadi memang murni tidak dibayar karena memang dari awal tidak ada anggaran untuk acara tersebut,” tegasnya.
Slamet juga mengakui bahwa dirinya menyadari aksi tersebut tidak pantas dilakukan di lingkungan kantor pemerintahan, apalagi sampai menjadi konsumsi publik yang viral di media sosial.
Menanggapi insiden tersebut, Bupati Mojokerto Muhammad Albarra atau yang akrab disapa Gus Barra, turut memberikan pernyataan. Ia meminta agar seluruh pejabat, baik camat maupun kepala desa, menjaga etika publik dan menghindari tindakan kontroversial.
“Sebagai pejabat publik, kita harus sama-sama menjaga etika kita di hadapan publik. Karena bagaimana pun, apa yang kita lakukan akan menjadi sorotan,” ujar Gus Barra, Kamis (25/9/2025).
Ia juga mengimbau agar para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto lebih fokus membuat kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, bukan justru menciptakan kontroversi yang dapat menurunkan kepercayaan publik.
Editor : Wiwin Meliana