BALIEXPRESS.ID – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, kembali mencuri perhatian publik lewat aksi kritik sosial di media.
Kali ini, ia menyasar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang tengah menjadi sorotan usai insiden jatuhnya korban jiwa dalam aksi demonstrasi.
Baca Juga: Disorot karena Program MBG, Kepala BGN Dadan Hindayana Ternyata Ahli Serangga dan Hama Pertanian
Melalui akun media sosialnya, Said Didu membuat polling terbuka yang menanyakan pendapat masyarakat soal kelanjutan jabatan Kapolri.
Hal ini dipicu oleh pernyataan Jenderal Listyo yang menolak mundur karena, menurutnya, anak buahnya tidak menginginkan ia lengser dari posisi tertinggi di Kepolisian RI.
"Sesuai pernyataan Kapolri bahwa beliau tidak mundur karena permintaan anak buah. Kalau menurut rakyat?" tulis Said Didu dalam unggahan polling di platform X (dulu Twitter), Jumat (26/9/2025).
Dalam polling tersebut, Said Didu memberikan tiga opsi kepada warganet:
- Tidak perlu mundur
- Sebaiknya mundur
- Presiden berhentikan
Hasil sementara hingga berita ini diturunkan menunjukkan mayoritas responden memilih opsi ketiga, yakni agar Presiden Prabowo Subianto mencopot Kapolri.
Baca Juga: Akun Fufufafa Ngaku Tak Tamat SD, Nama Gibran Kembali Disorot di Tengah Isu Ijazah
Rinciannya sebagai berikut:
1,4% menyatakan Kapolri tak perlu mundur
29,8% menyarankan Kapolri sebaiknya mundur
68,8% meminta Presiden memberhentikan Kapolri
Polling ini masih terus berlangsung dan dapat berubah seiring masuknya suara dari para pengguna media sosial.
Desakan agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mundur mencuat usai aksi demo yang berakhir ricuh. Salah satu insiden tragis yang memicu kemarahan publik adalah kejadian pengendara ojek online (ojol) yang tewas diduga akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Meski berbagai pihak meminta pertanggungjawaban, Kapolri menegaskan bahwa dirinya adalah prajurit dan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Presiden Prabowo.
Baca Juga: Bupati Tinjau Trash Rack Tukad Mati dan Jalan Simpang Teuku Umar Barat
Namun pernyataannya yang mengutip alasan "permintaan anak buah" justru dinilai tidak etis oleh sejumlah tokoh publik, termasuk Said Didu, yang mempertanyakan logika dan sensitivitas pernyataan tersebut.
Polling ini sontak mengundang ribuan komentar netizen, mayoritas mengecam pernyataan Kapolri dan meminta Presiden bersikap tegas. Beberapa komentar yang menonjol antara lain: @rejal_ajib (Dul Kroak):
“Alasan kok permintaan anak buah, kalau orang waras ya malu git @ListyoSigitP mempertahankan jabatan sedang rakyat sudah gak senang”.
Gelombang suara publik melalui polling ini diyakini sebagai sinyal kuat agar Presiden Prabowo Subianto tidak ragu mengambil keputusan tegas.
Editor : Wiwin Meliana