Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Soroti Istana Cabut ID Liputan, Dewan Pers Tegaskan Pentingnya Kebebasan Pers

Wiwin Meliana • Senin, 29 September 2025 | 18:20 WIB

Dewan Pers Tegaskan Pentingnya Kebebasan Pers
Dewan Pers Tegaskan Pentingnya Kebebasan Pers

BALIEXPRESS.ID – Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, merespons viralnya pencabutan ID Card liputan milik reporter CNN Indonesia, Diana Valencia, yang bertugas di lingkungan Istana Kepresidenan.

Dewan Pers menegaskan pentingnya menghormati kemerdekaan pers serta meminta agar akses peliputan wartawan tersebut segera dipulihkan.

Baca Juga: Diduga Tanya Presiden Soal MBG, Istana Cabut ID Card Wartawan CNN Indonesia

Dalam keterangan resminya, Dewan Pers menyampaikan beberapa poin penting terkait insiden tersebut, yang saat ini menjadi sorotan publik dan komunitas jurnalis nasional.

  1. Biro Pers Istana Diminta Beri Penjelasan

Dewan Pers mendorong Biro Pers Istana untuk memberikan klarifikasi terkait pencabutan ID Card Diana Valencia. Langkah ini dianggap penting untuk mencegah kesalahpahaman dan menjamin tidak terhambatnya tugas jurnalistik di lingkungan Istana.

  1. Hormati Kemerdekaan Pers

Dewan Pers mengingatkan bahwa tugas dan fungsi pers dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Oleh karena itu, semua pihak diminta untuk menghormati amanah publik yang diemban oleh para jurnalis, termasuk ketika mereka mengajukan pertanyaan yang dianggap krusial.

  1. Jangan Sampai Terulang

Kasus seperti ini, menurut Dewan Pers, sebaiknya tidak terulang. Iklim kebebasan pers yang sehat harus tetap dijaga, termasuk dalam ruang-ruang strategis seperti lingkungan Istana Kepresidenan.

  1. Akses Liputan Wartawan Harus Dipulihkan

Dewan Pers menegaskan bahwa akses liputan Diana Valencia sebagai jurnalis CNN Indonesia yang dicabut harus segera dipulihkan agar ia dapat kembali menjalankan tugas jurnalistiknya tanpa hambatan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri, Bahas Isu Keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

"Kami menyerukan agar kejadian ini tidak mengganggu prinsip kemerdekaan pers di Indonesia. Semua jurnalis berhak mengajukan pertanyaan sebagai bentuk pengawasan publik terhadap kekuasaan," tulis Dewan Pers dalam seruannya, dikutip Senin (29/9/2025).

Sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan dengan pesan pamit Diana dari grup WhatsApp wartawan Istana. Dalam pesan itu, ia menyebut ID Card peliputannya telah diambil oleh Biro Pers Istana setelah ia menanyakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto, usai mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Sabtu (28/9).

"Per malam ini saya bukan wartawan istana lagi karena ID Card saya sudah diambil karena dinilai bertanya di luar konteks acara," tulis Diana dalam pesan yang viral.

Pesan itu memicu banyak komentar. Jurnalis senior Budiman Tanuredjo turut memberikan pandangannya, menyayangkan langkah pencabutan tersebut.

"Saya kira kebijakan ini tidak tepat. Sangat disayangkan," ujar Budiman lewat unggahan di Instagram.

Baca Juga: Kunjungi Belanda, Presiden Prabowo Bawa Pulang 30 Ribu Artefak Bersejarah Indonesia

Ia berharap ada evaluasi dan koreksi agar kebebasan pers tetap terjaga, terlebih dalam lingkungan strategis kenegaraan seperti Istana.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana Kepresidenan atas kabar pencabutan akses liputan tersebut.

Editor : Wiwin Meliana
#CNN Indonesia #istana #liputan #ID Card #dewan pers