BALIEXPRESS.ID– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik pedas terhadap PT Pertamina (Persero) dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/9).
Baca Juga: Ruko Jual Alat-Alat Persembahyangan Hangus Terbakar, Kerugian Diperkirakan Hingga Rp 1 Miliar
Ia menyoroti stagnasi pembangunan kilang minyak di Indonesia yang membuat negara terus bergantung pada impor BBM, khususnya dari Singapura, selama puluhan tahun.
"Kita banyak impornya sampai puluhan tahun. Sudah berapa tahun kita mengalami hal tersebut? Sudah puluhan tahun kan? Kita pernah bangun kilang baru nggak? Nggak pernah. Sejak kecil sampai sekarang nggak pernah bangun kilang baru," ujar Purbaya dengan nada kesal.
Baca Juga: Tembus 15 Juta Penonton di YouTube, Begini Lirik Janda Tanggung Baru Mekar dari Yan Srikandi
Purbaya mengungkapkan bahwa saat dirinya menjabat di Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Marvest) pada 2018, Pertamina sempat menjanjikan pembangunan tujuh kilang baru dalam lima tahun. Namun, hingga kini, tak satu pun proyek tersebut terealisasi.
“Sampai sekarang kan nggak ada satu pun. Jadi bapak tolong kontrol mereka juga. Jadi saya kontrol, dari bapak-bapak juga kontrol, karena kita rugi besar. Karena kita impor dari mana? Dari Singapura,” tegasnya kepada anggota DPR.
Tak hanya menyampaikan kritik, Purbaya juga mewacanakan sanksi tegas jika Pertamina terus mengabaikan proyek strategis tersebut. Mulai dari pemotongan anggaran, hingga pergantian direktur utama.
Baca Juga: Gempa 6,5 SR Guncang Buleleng
“Kalau nggak, kita potong uangnya juga, Pak. Saya kan pengawas, saya ganti aja dirutnya. Artinya timbal balik. Jadi ini saya pikir masukan yang bagus sekali dari DPR,” katanya.
Dalam pernyataannya, Purbaya menyebut bahwa ketiadaan pembangunan kilang bukan disebabkan oleh ketidakmampuan negara, melainkan karena sikap “malas-malasan” dari internal Pertamina. Ia juga menyayangkan keputusan perusahaan yang menolak tawaran dari investor asing dengan alasan overcapacity, alasan yang menurutnya tidak masuk akal.
“Bukan kita nggak bisa bikin kilang, cuma Pertamina-nya males-malesan aja. Saya pernah kasih tawaran ke mereka. Tapi mereka tolak karena alasan overcapacity. Saya kaget, overcapacity apa? Satu pun nggak jadi, tapi bilang ke depan akan jadi. Sampai sekarang nggak jadi. Yang ada malah beberapa dibakar,” sindir Purbaya.
Baca Juga: Lagu “Jagung Bakar” Karya Yan Sriandi Meledak di TikTok, Jadi Backsound Favorit Selebgram
Menkeu Purbaya juga mengajak DPR untuk ikut mengawasi kinerja Pertamina, terutama dalam pengelolaan kilang dan distribusi energi nasional. Tujuannya, agar beban subsidi energi bisa ditekan dan disalurkan secara lebih tepat sasaran.
“Jadi, tolong dari Parlemen juga mengontrol Pertamina, mengontrol hal tersebut. Tujuan kita sama: mengurangi subsidi, dan membuat subsidi yang ada pun lebih murah dan tepat sasaran,” tutupnya.
Editor : Wiwin Meliana