BALIEXPRESS.ID– Isu mengejutkan kembali mengemuka di tengah polemik dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Kabar beredar menyebutkan adanya upaya dari pihak Jokowi untuk bertemu dengan kubu penentang yang selama ini gencar menggugat keaslian ijazah orang nomor satu Indonesia periode 2014–2024 itu.
Baca Juga: BEJAT! Oknum Guru PPPK Lecehkan Murid Sendiri, Modusnya Buka Les Privat
Informasi ini diungkapkan langsung oleh Ahmad Khozinudin, kuasa hukum dari Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma, yang selama ini dikenal sebagai tokoh penentang legalitas ijazah Jokowi.
“Tentu bukan Roy Suryo, Rismon Sianipar, ataupun Tifauzia Tyassuma. Melainkan, sosok lain yang dianggap merepresentasikan diri sebagai penentang ijazah Jokowi,” ujar Ahmad kepada fajar.co.id, Rabu (1/10/2025).
Ahmad menyebutkan bahwa pihak Jokowi dikabarkan menginginkan adanya pertemuan dan jalan damai, namun hingga kini belum ada titik temu mengenai tempat dan skema pertemuan.
“Masih buntu, apakah dilakukan di Solo atau Jakarta. Juga belum jelas, apakah dilakukan secara terbuka atau tertutup, sendiri atau dengan sejumlah tim,” jelasnya.
Baca Juga: Tanggapi Sindiran Fedi Nuril, Komisaris Pertamina Hasan Nasbi Blak-Blakan Akui Jadi Penjilat
Dalam pernyataannya, Ahmad menyampaikan bahwa jika benar terjadi, pertemuan itu bisa ditafsirkan sebagai pengkhianatan terhadap perjuangan mengungkap dugaan ijazah palsu.
“Karena bertemu dengan Jokowi, berarti berkhianat pada perjuangan membongkar ijazah palsu,” tegasnya.
Ia juga mengaitkan manuver ini dengan upaya Jokowi untuk membangun narasi perdamaian, yang nantinya bisa menjadi alasan sah dalam mencabut laporan atau gugatan hukum terkait.
“Persis seperti modus Paiman Raharjo yang mencabut gugatan dengan dalih ada perdamaian dengan Beator Suryadi. Meski Beator membantah, yang penting Paiman dapat legitimasi untuk mencabut gugatannya,” kata Ahmad.
Menurut Ahmad, manuver semacam ini muncul karena ada ketakutan jika kasus ijazah palsu berlanjut hingga persidangan.
Baca Juga: Lewat 1 Juta AgenBRILink, BRI Catat Transaksi Rp1.145 Triliun dan Jangkau 80% Desa di Indonesia
“Jokowi butuh narasi damai agar bisa cabut laporan. Karena kalau lanjut ke pengadilan, dia bisa babak belur,” tambahnya.
Ia menutup pernyataan dengan mengungkap bahwa sosok yang dikabarkan akan bertemu dengan Jokowi saat ini masih menolak permintaan tersebut karena khawatir dicap sebagai pengkhianat.
“Pihak yang mengklaim sebagai penentang ijazah Jokowi itu tidak mau bertemu, karena takut dianggap mengkhianati perjuangan,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak Jokowi terkait kabar adanya inisiatif pertemuan tersebut. Pihak Istana atau kuasa hukum mantan Presiden pun belum mengeluarkan pernyataan
Editor : Wiwin Meliana