BALIEXPRESS.ID – Pengamat politik Rocky Gerung angkat bicara terkait pertemuan antara Presiden ke-7 Jokowi dengan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, pertemuan tersebut menyimpan makna lebih dari sekadar silaturahmi dan “kangen-kangenan” politik.
Di balik itu, Rocky menduga ada pembicaraan serius seputar isu-isu sensitif seperti ijazah palsu dan dugaan korupsi yang melibatkan keluarga Jokowi.
Rocky menegaskan bahwa dalam pertemuan antara dua tokoh politik besar, selalu ada “lapis yang tidak diucapkan” dan “lapis yang ingin disembunyikan”.
“Pertama lapis yang tidak diucapkan, dan lapis yang sebetulnya diucapkan tapi tidak ingin diketahui. Kan itu unsur-unsurnya sendiri,” katanya.
Menurutnya, pembicaraan lebih dari sekadar nostalgia ada agenda tersembunyi terkait kepentingan politik dan pertahanan posisi keluarga Jokowi di masa depan.
Baca Juga: VIRAL! Relawan Perempuan Pendukung Jokowi Ancam Demo Pakai BH dan CD Jika Roy Suryo Tak Ditangkap
Dalam analisis Rocky, publik kini mencermati isu mengenai nasib keluarga Jokowi termasuk putranya Gibran Rakabuming Raka, serta menantunya, Bobby Nasution yang dalam pandangannya menjadi titik perhatian utama.
“Publik membaca bahwa pertemuan itu membahas nasib keluarga Jokowi … Apakah kegelisahan Pak Jokowi tentang keadaan anak‑anaknya, terutama Gibran dan … Bobby Nasution”uangkap Rocky.
Rocky menyebut bahwa isu ijazah Jokowi dan Gibran serta dugaan keterlibatan proyek korupsi (seperti proyek jalan Pandang Lawas di Sumatera Utara yang dikaitkan dengan Bobby) kemungkinan menjadi pokok bahasan tersembunyi.
Menurut Rocky, kombinasi tekanan politik dari mahasiswa (BEM), tuntutan kelompok masyarakat (“emak-emak”), hingga sorotan internasional terhadap integritas pemerintahan turut membentuk urgensi pertemuan antara Jokowi dan Prabowo.
“Tekanan BEM, tekanan emak-emak, tekanan internasional, untuk membuka sebetulnya korupsinya … Seberapa jauh sih melibatkan dinasti politik Pak Jokowi itu.”
Ia menyimpulkan bahwa agenda yang paling realistis untuk dijadikan dasar pertemuan adalah isu kredibilitas dan reputasi politik Jokowi serta bagaimana posisi keluarganya akan diatur ke depan.
Semua itu, menurutnya alasan masuk akal. Mengapa Jokowi bertemu Prabowo baru-baru ini.
“Saya kira itu alasannya kenapa atau alasan yang paling masuk akal mengapa Pak Jokowi datang bertemu Pak Prabowo,” pungkasnya.
Editor : Wiwin Meliana