Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Motif Bukan Ekonomi, Pelaku Diduga Tergoda Kemolekan Dina Oktaviani Sebelum Habisi Nyawanya

Wiwin Meliana • Senin, 13 Oktober 2025 | 21:13 WIB

Pegawai Alfamart Dina Oktaviani (baju putih hijab krem) berdiri di depan pelaku Heryanto di foto bersama di Alfamart.
Pegawai Alfamart Dina Oktaviani (baju putih hijab krem) berdiri di depan pelaku Heryanto di foto bersama di Alfamart.

BALIEXPRESS.ID– Motif pembunuhan terhadap Dina Oktaviani (21), kasir Alfamart Rest Area KM 72 Tol Cipularang, mulai terkuak.

Pelaku, Heryanto (27), yang merupakan kepala toko tempat korban bekerja, diduga bukan dilatarbelakangi motif ekonomi, melainkan karena tergoda kemolekan tubuh korban.

Baca Juga: Ibu Dina Oktaviani Bantah Pengakuan Pelaku, Sebut Anaknya Dijebak ke Rumah Tersangka

Pihak kepolisian menyatakan bahwa korban sengaja diundang pelaku ke rumahnya di Desa Wanawali, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, pada Minggu (5/10/2025).

 Saat itu, situasi rumah pelaku dalam keadaan sepi karena istri dan anaknya sedang menginap di rumah mertua.

Setelah korban datang, pelaku diduga melancarkan aksinya dengan memperkosa lalu menghabisi nyawa korban.

Dina dibekap dan dicekik hingga meninggal dunia. Usai kejadian, tubuh korban dibuang ke saluran Sungai Citarum di Desa Curug, Kecamatan Klari, Karawang. Jasadnya ditemukan warga pada Selasa (7/10/2025) pagi, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-21.

Selain memperkosa dan membunuh, Heryanto juga mengambil barang-barang milik korban, seperti telepon genggam dan perhiasan.

Baca Juga: DKLH Bali Ingatkan Hutan Lindung Bukan untuk Dibuka atau Disewakan

Polisi menyita sejumlah barang bukti dari pelaku, termasuk satu unit sepeda motor, satu mobil, dan dua handphone.

“Barang bukti satu unit motor, satu unit mobil, dua unit handphone,” kata Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan kepada awak media.

Namun demikian, banyak pihak, termasuk netizen, meragukan motif ekonomi sebagai latar belakang pembunuhan sadis tersebut. Warganet menilai tindakan pelaku lebih mengarah pada motif seksual dan hasrat pribadi terhadap korban.

“Kayaknya nggak mungkin masalah finansial, pelaku emang suka sama korban. Lagipula korban juga pasti nggak mau (didekati pelaku),” tulis akun @nengjamilaa di kolom komentar akun Facebook pelaku.

Baca Juga: SMA Negeri 4 Denpasar Raih Empat Medali di OSN 2025, Bukti Konsistensi Pembinaan dan Semangat Siswa

Usai terungkapnya identitas pelaku, netizen ramai-ramai menyerbu akun Facebook milik Heryanto. Banyak yang mengungkapkan kemarahan dan kekecewaan atas tindakan bejat pelaku, terlebih karena Heryanto diketahui masih beraktivitas seperti biasa di tempat kerjanya setelah membunuh korban.

Pelaku ditangkap polisi di lokasi kerjanya, Alfamart Rest Area KM 72, dua hari setelah mayat Dina ditemukan.

Sebelumnya, ibu korban, Yayah (53), juga membantah pengakuan pelaku yang menyebut korban datang ke rumahnya karena ingin “dicarikan orang pintar” terkait masalah asmara. Ia menegaskan bahwa anaknya dijebak oleh pelaku dengan alasan meminjam uang Rp1,5 juta.

“Anak saya mau transfer, tapi pelaku maksa harus diantar ke rumah. Itu cuma jebakan,” tegas Yayah saat diwawancarai di Karawang, Sabtu (11/10/2025).

Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini, termasuk kemungkinan adanya perencanaan dalam aksi bejat pelaku.

 

Editor : Wiwin Meliana
#heryanto #Motif #ekonomi #dina oktaviani