Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Paket Stimulus Kuartal Keempat Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo–Gibran

I Putu Suyatra • Minggu, 19 Oktober 2025 | 14:35 WIB

Prabowo - Gibran
Prabowo - Gibran

BALIEXPRESS.ID - Pemerintah resmi meluncurkan paket stimulus ekonomi kuartal keempat untuk memperkuat kinerja ekonomi nasional sekaligus menutup tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (Pragib) dengan hasil yang solid.

Paket stimulus ini difokuskan pada penguatan konsumsi rumah tangga, percepatan belanja pemerintah, serta dorongan investasi di sektor riil. Pemerintah berharap langkah ini memberikan efek pengganda (multiplier effect) yang cepat dan nyata di lapangan, terutama di sektor padat karya, UMKM, ketahanan pangan dan energi, serta digitalisasi layanan publik.


Dorongan Fiskal dan Dukungan Konsumsi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan arahan untuk memperkuat stimulus agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
“Pemerintah akan mengumumkan sejumlah paket stimulus ekonomi tambahan guna menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Presiden Prabowo mengarahkan agar stimulus diperluas untuk menjangkau kelompok rumah tangga,” ujarnya di Jakarta, Minggu (19/10).

Stimulus fiskal ini mencakup percepatan penyerapan APBN dan APBD untuk proyek infrastruktur berskala menengah, serta program padat karya di daerah. Fokusnya diarahkan pada perbaikan konektivitas, irigasi, logistik pangan, dan fasilitas kesehatan yang secara langsung mampu menyerap tenaga kerja dan memperkuat produktivitas ekonomi lokal.


Perlindungan Sosial dan Penyaluran Tepat Sasaran

Selain memperkuat sektor riil, pemerintah juga mengoptimalkan perlindungan sosial adaptif melalui bantuan bersyarat dan subsidi tepat sasaran berbasis data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Langkah ini diharapkan mampu menjaga konsumsi kelompok rentan tanpa mengganggu stabilitas fiskal negara.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan, pemerintah memastikan bahwa setiap rupiah dalam paket stimulus harus benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Seluruh program dan anggaran yang sudah disiapkan harus memberikan dampak langsung, terutama bagi masyarakat kecil yang membutuhkan dukungan ekonomi,” tegas Teddy.


Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Meningkat

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Fithra Faisal Hastiadi, menyebut bahwa stimulus ekonomi dan kucuran dana pemerintah ke sektor perbankan sebesar Rp200 triliun diprediksi akan mengerek pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 5,4 persen (year-on-year) pada kuartal terakhir tahun ini.
“Bahkan ada potensi pertumbuhan mencapai 5,6 persen, tergantung pada kecepatan realisasi stimulus di lapangan,” ujar Fithra.

Ia menilai bahwa dengan baseline pertumbuhan 5,0 persen, tambahan stimulus sebesar 0,4 persen akan cukup untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional.


Komitmen Pemerintah Memasuki Tahun Kedua

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memantau realisasi stimulus secara ketat, mengukur dampaknya, dan melakukan penyesuaian cepat bila dibutuhkan. Dengan strategi terukur ini, mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan tetap menyala kuat memasuki tahun kedua pemerintahan Prabowo–Gibran.

Paket stimulus kuartal keempat ini bukan hanya menjadi instrumen pemulihan jangka pendek, tetapi juga pondasi penting menuju pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan inklusif, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Editor : I Putu Suyatra
#prabowo gibran