Menjelang Sumpah Pemuda, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Pemerintah Ciptakan Generasi Emas Lewat Beasiswa LPDP
I Putu Suyatra• Sabtu, 25 Oktober 2025 | 18:37 WIB
Ilustrasi
BALIEXPRESS.ID – Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam mencetak Generasi Emas Indonesia 2045 melalui penguatan program beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).
Pemerintah berencana menambah dana abadi pendidikan nasional dengan memanfaatkan hasil pengembalian kerugian negara dari tindak pidana korupsi. Langkah ini dinilai sebagai wujud nyata bahwa hasil pemberantasan korupsi akan kembali untuk kepentingan rakyat, terutama di bidang pendidikan dan riset.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara yang bertepatan dengan satu tahun masa pemerintahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa dana hasil pemberantasan korupsi harus digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
“Sebagian bisa kita taruh di LPDP untuk masa depan. Uang dari efisiensi dan dari koruptor harus kita investasi untuk pendidikan,” ujar Presiden Prabowo Subianto.
Presiden juga menekankan pentingnya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu. Ia meminta kementerian, lembaga, serta TNI dan Polri membantu menemukan siswa berbakat dengan kecerdasan tinggi di seluruh Indonesia untuk diberikan beasiswa penuh LPDP.
“Banyak anak-anak miskin ternyata punya kecerdasan yang tinggi. Kita harus cari mereka dan berikan beasiswa penuh,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo telah mengarahkan agar alokasi beasiswa LPDP disesuaikan dengan kebutuhan industri masa depan.
“Presiden mengingatkan kami untuk menghitung secara cermat SDM yang dibutuhkan, termasuk beasiswa LPDP, agar selaras dengan perkembangan industri baru seperti ketahanan pangan, energi, dan hilirisasi mineral,” jelas Brian di Jakarta.
Wakil Mendiktisaintek, Stella Christie, menambahkan bahwa pemerintah akan segera memetakan rencana penambahan dana LPDP. Peningkatan dana abadi pendidikan ini tak hanya difokuskan untuk mahasiswa, tetapi juga untuk dosen dan peneliti agar kompetensi mereka semakin meningkat.
“Bapak Presiden ingin mencetak SDM unggul di bidang sains dan teknologi, tapi juga di bidang lain yang sangat diperlukan negara,” ujar Stella.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus menegaskan bahwa pembangunan Indonesia tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan manusia unggul dan berdaya saing global.
Menjelang Hari Sumpah Pemuda 2025, semangat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa kembali digaungkan sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045 — generasi yang cerdas, berintegritas, dan siap bersaing di kancah dunia.