BALIEXPRESS.ID – Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh kembali jadi sorotan.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tengah melakukan penyelidikan atas dugaan praktik korupsi dalam proyek strategis nasional tersebut.
Indikasi adanya markup biaya disebut menjadi salah satu fokus utama penyelidikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, membenarkan bahwa lembaganya telah memulai tahapan penyelidikan.
“Sudah pada tahap penyelidikan,” ujarnya, Senin (27/10). Hal senada disampaikan Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.
Ia menuturkan, pengumpulan informasi terkait proyek bernilai triliunan rupiah itu sudah berlangsung sejak awal tahun ini.
“Benar, penyelidikan sudah dimulai sejak awal tahun,” ungkap Budi.
Budi menambahkan, tim penyelidik juga menampung berbagai informasi publik yang relevan, termasuk pernyataan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang sebelumnya menyinggung dugaan pembengkakan anggaran dalam proyek Whoosh.
“Setiap data yang disampaikan tentu juga bisa menjadi pengayaan bagi tim untuk menelusuri dan mengungkap perkara,” jelasnya.
KPK, lanjut Budi, masih menelusuri detail penggunaan anggaran dan proses pengadaan dalam proyek tersebut.
Ia meminta publik memberi ruang agar proses hukum berjalan objektif dan menyeluruh.
“Kita berikan ruang dan waktu pada proses penegakan hukum yang sedang berjalan di KPK supaya prosesnya bisa betul firm untuk menemukan informasi ataupun keterangan yang dibutuhkan,” tegasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan