Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Muhammadiyah dan NU Dukung Penuh Soeharto Jadi Pahlawan Nasional: Jasa di Era Revolusi hingga Swasembada Pangan  

I Putu Suyatra • Senin, 10 November 2025 | 14:22 WIB

 

ist
ist

BALIEXPRESS.ID – Wacana pengangkatan Presiden RI ke-2 Soeharto sebagai Pahlawan Nasional terus menguat setelah mendapat dukungan resmi dari dua organisasi massa Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

Kedua ormas tersebut kompak menilai bahwa Soeharto layak mendapat gelar kehormatan tersebut berdasarkan jasa-jasa besarnya bagi bangsa Indonesia, mulai dari era revolusi kemerdekaan hingga kepemimpinan di masa Orde Baru.

Dukungan ini terungkap dalam sebuah dialog bertema "Bangsa Besar Hormati Pemimpin dan Pahlawan" yang diselenggarakan di Jakarta pada Minggu (9/11/2025). 

???? Alasan Muhammadiyah: Kontribusi Sejak 1946 hingga Swasembada Pangan

Pimpinan Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Dr. Makroen Sanjaya, menegaskan bahwa Muhammadiyah telah mengkaji sosok Soeharto secara komprehensif, tidak secara sepotong-sepotong.

"Setelah kita teliti, sejak jaman revolusi kemerdekaan beliau ini sudah memberikan kontribusi terbesar bagi bangsa ini," ujar Makroen Sanjaya. 

???? Kriteria Pahlawan dan Filosofi Jawa 

Makroen Sanjaya merujuk pada Undang-Undang tentang kategorisasi pahlawan, di mana minimal ada dua bentuk yang harus dipenuhi:

  1. Kesediaan Berkorban: Rela berkorban untuk bangsa, negara, dan kemanusiaan.

  2. Prestasi dan Pengakuan: Mencapai prestasi atau capaian tertentu yang bisa menjadi role model serta mendapat rekognisi baik regional maupun internasional.

"Presiden RI ke-2 Soeharto sudah memenuhi itu semua dan layak untuk jadi Pahlawan Nasional," tegasnya.

Muhammadiyah juga menekankan pentingnya menggunakan filosofi Jawa ‘mikul ndhuwur, mendem njero’ (menjunjung tinggi yang baik, mengubur dalam-dalam yang buruk) dalam memperlakukan pimpinan negara, serta mengajak generasi muda untuk tidak melupakan sejarah. 

???? Dukungan Senada dari Nahdlatul Ulama (NU)

 Tokoh NU yang juga Wakil Sekjen MUI, KH Arif Fahrudin, menyampaikan pandangan senada. Menurutnya, kriteria utama seorang pahlawan adalah: banyak jasa kepada bangsa dan negara, serta rela berkorban demi tujuan bersama, yaitu mendirikan negara bangsa ini.

"Sosok Presiden ke-2 RI Soeharto sudah menggambarkan sebagai Pahlawan," ujar Arif Fahrudin.

Arif Fahrudin juga menyinggung target Indonesia Emas 2045, di mana penting bagi generasi milenial dan Gen Z untuk mensyukuri dan mengambil legacy dari para pendiri dan pejuang negara, termasuk dari apa yang telah dikontribusikan oleh calon penerima gelar pahlawan seperti Soeharto. ***

Editor : I Putu Suyatra
#NU #muhammadiyah #soeharto #pahlawan nasional