Soeharto Resmi Pahlawan Nasional: Apresiasi Tokoh dan Pengakuan Jasa Besar Pembangunan Bangsa
I Putu Suyatra• Senin, 10 November 2025 | 14:32 WIB
Soeharto
BALIEXPRESS.ID – Keputusan pemerintah menetapkan Presiden ke-2 RI Soeharto sebagai Pahlawan Nasional disambut baik dan menuai apresiasi luas dari berbagai tokoh dan kalangan. Pemberian gelar ini dinilai sebagai langkah bijak dan bersejarah yang mencerminkan penghormatan negara atas jasa besar Soeharto dalam membangun fondasi bangsa. Pengakuan ini tidak hanya sebatas dedikasi, tetapi juga kontribusi nyata beliau terhadap stabilitas dan pembangunan nasional.
???? Jasa Soeharto yang Menjadi Fondasi Pembangunan Nasional
Direktur Eksekutif ToBe Institute, Mochamad Imamudinussalam, menilai penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional telah melalui prosedur dan pertimbangan yang matang, fokus pada berbagai capaian strategis:
Swasembada Pangan: Keberhasilan mencapai kemandirian pangan yang diakui dunia.
Pembangunan Infrastruktur: Program pembangunan infrastruktur desa dan teknologi yang masif.
Kesejahteraan Rakyat: Peningkatan kesejahteraan petani dan kebijakan ekonomi yang pro-rakyat.
“Soeharto hadir melalui program seperti swasembada pangan, pembangunan infrastruktur desa, teknologi, peningkatan kesejahteraan petani, hingga kebijakan ekonomi yang pro-rakyat,” ujar Imamudinussalam.
Menurutnya, berbagai kebijakan ini adalah fondasi penting bagi pembangunan jangka panjang Indonesia. Selain itu, Soeharto berperan penting dalam menjaga kedaulatan bangsa dari agresi militer asing dan memperkuat ketahanan nasional.
Simbol Penghormatan Negara dan Kedewasaan Berbangsa
Dukungan serupa datang dari akademisi dan pengamat yang melihat penganugerahan gelar ini dari perspektif sejarah dan kebangsaan:
1. Penghormatan dan Teladan Kebangsaan (Abdul Haris Fatgehipon)
Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Abdul Haris Fatgehipon, menekankan bahwa pemberian Gelar Pahlawan Nasional kepada mantan presiden harus dipandang sebagai simbol penghormatan negara kepada para pemimpin. Langkah ini juga menjadi upaya untuk mengajarkan generasi kini tentang nilai-nilai pengabdian tanpa pamrih dan merekatkan semangat kebangsaan.
2. Objektivitas Sejarah dan Kedewasaan Politik (Aldi Tahir)
Direktur Eksekutif Veritas Institut, Aldi Tahir, menegaskan bahwa keputusan ini menunjukkan kedewasaan bangsa dalam menilai sejarahnya sendiri secara objektif.
“Gelar pahlawan nasional bukan soal suka atau tidak. Ini soal menilai jasa seseorang secara objektif,” pungkas Aldi Tahir.
Ia menambahkan, keputusan pemerintah ini menandai berakhirnya era politik yang didasari oleh dendam, membuka lembaran baru dalam penghargaan terhadap tokoh bangsa. Penganugerahan Pahlawan Nasional kepada Soeharto dengan demikian menjadi wujud nyata pengakuan negara atas jasa besar beliau dalam membangun bangsa dan menjaga stabilitas nasional. ***