Presiden Prabowo Pantau Langsung Penanganan Bencana Sumatra: KSAD Maruli Jadi Komandan Percepatan Pemulihan
I Putu Suyatra• Rabu, 10 Desember 2025 | 13:44 WIB
Bencana
BALIEXPRESS.ID – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi bencana banjir bandang dan longsor di wilayah Sumatra untuk memimpin dan memantau upaya penanganan bencana Sumatra. Presiden tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pada Minggu (7/12) pagi, menandai kunjungan kedua beliau pasca-bencana yang terjadi pada 25 November 2025.
Presiden Prabowo disambut oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf sebelum melanjutkan perjalanan dengan helikopter Caracal menuju Kabupaten Bireuen.
Jaminan Ketersediaan Pangan dan Penghapusan Utang KUR bagi Korban Bencana
Di Bireuen, Presiden meninjau langsung Jembatan Bailey Teupin Mane yang merupakan jalur vital Medan–Banda Aceh, serta memeriksa distribusi bantuan dan posko pengungsi. Dalam keterangannya, Presiden menegaskan komitmen kuat pemerintah:
“Pangan akan kita kirim dari tempat lain. Cadangan-cadangan masih cukup banyak. Kemudian utang-utang KUR (Kredit Usaha Rakyat). Karena ini keadaan alam. Kita akan hapus dan petani tidak usah khawatir. Karena ini bukan kelalaian, tapi keadaan terpaksa, force majeure,” ucap Presiden Prabowo, memberikan jaminan pangan dan penghapusan utang bagi warga terdampak.
Presiden juga mengapresiasi kinerja seluruh instansi yang terlibat dalam penanganan bencana Aceh. Beliau berdialog dengan TNI–Polri, tim Pekerjaan Umum (PU), relawan, dan warga, dan menilai semua pihak telah bekerja optimal.
KSAD Maruli Ditunjuk sebagai Komandan Percepatan Perbaikan
Untuk memastikan percepatan pemulihan infrastruktur, terutama jembatan yang rusak, Presiden menunjuk KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai komandan percepatan perbaikan.
“Saya tunjuk nanti Kasad sebagai Satgas percepatan perbaikan jembatan untuk membantu PU dan pemerintah daerah karena punya banyak pasukan Zeni, pasukan konstruksi, pasukan pembangunan, pasukan teritorial. Jadi bisa segera membantu,” tegas Presiden.
Kemensos Salurkan Bantuan Senilai Rp66,7 Miliar
Di saat yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) melaporkan bahwa Kemensos terus memperkuat bantuan penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat melalui koordinasi dan kolaborasi dengan semua pihak.
Gus Ipul melaporkan bahwa total bantuan senilai Rp66,7 miliar telah disalurkan, termasuk pengoperasian dapur umum, logistik, dan pengerahan tim Tagana ke seluruh wilayah terdampak.
Data dari BNPB mencatat bencana ini telah melanda 52 kabupaten/kota dengan dampak yang signifikan:
916 korban meninggal
274 korban hilang
4,2 ribu korban terluka
Lebih dari 105.900 rumah rusak
Pemerintah memastikan bahwa seluruh upaya pemulihan pasca-bencana akan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi agar aktivitas masyarakat di Sumatra dapat segera kembali normal. ***