Masyarakat Aceh Apresiasi Percepatan Pembersihan Kayu Sisa Banjir oleh Pemerintah
I Putu Suyatra• Kamis, 25 Desember 2025 | 13:56 WIB
Bencana Sumatera
BALIEXPRESS.ID – Upaya pemerintah dalam mempercepat pembersihan material kayu dan sisa banjir di Provinsi Aceh mendapat sambutan hangat dari warga. Langkah respons cepat ini merupakan bagian dari penanganan terpadu pascabanjir besar dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025 lalu.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pemulihan Aceh
Dalam beberapa pekan terakhir, sinergi antara pemerintah pusat, TNI-Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta masyarakat lokal terfokus di titik terparah, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Utara.
Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci efektivitas pembersihan. "Sesuai arahan Menteri Kehutanan, kami terus mengevaluasi progres pembersihan material kayu di Aceh Tamiang dan Aceh Utara agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat segera kembali normal," ujarnya.
Kebijakan Pemanfaatan Kayu untuk Rehabilitasi
Salah satu terobosan yang disambut baik adalah kebijakan pemerintah yang mengizinkan masyarakat memanfaatkan kayu terbawa banjir untuk keperluan rehabilitasi.
Laksmi Wijayanti, Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari Kemenhut, menjelaskan bahwa pemanfaatan kayu ini difokuskan pada:
Pembangunan kembali fasilitas umum yang rusak.
Perbaikan rumah warga terdampak bencana.
Langkah kemanusiaan untuk mempercepat masa pemulihan.
Testimoni Warga: "Pemulihan Semakin Cepat"
Dampak nyata dari percepatan ini dirasakan langsung oleh penduduk setempat. Fadli, warga Desa Tanjung Karang, Aceh Tamiang, mengaku lega karena tumpukan kayu yang sebelumnya menutup akses pemukiman kini mulai bersih berkat bantuan alat berat.
Hal serupa diungkapkan oleh Nurhayati, seorang guru SD di Aceh Utara. "Jalan menuju sekolah kini mulai bersih. Anak-anak bisa kembali belajar dengan aman. Kami merasa sangat diperhatikan dengan adanya aksi cepat ini," tuturnya.
Komitmen Penanganan Pascabencana
Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi, mulai dari pengadaan alat berat hingga pemulihan akses jalan dan fasilitas kesehatan. Langkah strategis ini diharapkan dapat memulihkan stabilitas ekonomi di wilayah terdampak banjir Aceh secara permanen. ***