Proyek Hilirisasi 2026 Masuk Tahap Eksekusi, Investasi Rp600 Triliun Mulai Mengalir ke Daerah
I Putu Suyatra• Jumat, 30 Januari 2026 | 06:51 WIB
Proyek Hilirisasi
BALIEXPRESS.ID — Pemerintah resmi mengakselerasi pelaksanaan proyek hilirisasi nasional 2026, dengan menggerakkan investasi triliunan rupiah langsung ke berbagai daerah. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat struktur industri dalam negeri sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi.
Tahap awal eksekusi ditandai dengan rencana groundbreaking enam proyek strategis pada awal Februari 2026. Keenam proyek tersebut merupakan bagian dari 18 proyek prioritas yang dikelola Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, dengan nilai investasi kumulatif mencapai sekitar Rp600 triliun.
Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Prof. Ahmad Erani Yustika, menyampaikan bahwa seluruh proyek hilirisasi strategis kini telah berada di ambang pelaksanaan.
Menurutnya, Kementerian ESDM telah menuntaskan tahap identifikasi potensi dan kajian awal. Selanjutnya, Danantara siap melanjutkan ke fase eksekusi setelah dokumen pra-feasibility study (pra-FS) diserahkan pada Juli 2025.
“Setelah pra-FS, proyek-proyek tersebut akan segera dieksekusi dan diharapkan dapat segera mendatangkan investasi yang besar,” ujar Erani.
Fokus Awal di Kalimantan Barat, Serap Puluhan Triliun Rupiah
Sebagian proyek tahap pertama dipusatkan di Kalimantan Barat, terutama pada pengembangan industri bauksit dan aluminium. Tiga dari enam proyek perdana diperkirakan menyerap investasi hampir Rp47,31 triliun.
Selain memperkuat rantai pasok industri nasional, proyek-proyek ini juga diharapkan memberi dampak langsung bagi ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan tumbuhnya ekosistem industri di daerah.
Pemerintah menjadikan groundbreaking proyek hilirisasi sebagai instrumen untuk menggerakkan sektor riil sekaligus memperkokoh fundamental ekonomi nasional. Setelah enam proyek pertama, sekitar 12 proyek lainnya ditargetkan menyusul hingga Maret 2026, sehingga seluruh proyek prioritas sudah mulai berjalan pada kuartal pertama tahun depan.
Hilirisasi Perkuat Kepercayaan Investor
Dari sisi iklim investasi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani menilai percepatan hilirisasi menjadi faktor penting dalam menjaga optimisme investor di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Tahun 2025 bukanlah tahun yang mudah karena ekonomi global masih diwarnai ketidakpastian. Namun pemerintah tetap hadir dan optimis bisa dilalui dengan baik,” kata Rosan.
Ia mengungkapkan, realisasi investasi nasional 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun, melampaui target yang ditetapkan. Dari jumlah tersebut, sektor hilirisasi menyumbang Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen secara tahunan.
Fondasi Transformasi Ekonomi Nasional
Masuknya proyek hilirisasi ke tahap eksekusi menandai fase krusial transformasi ekonomi nasional. Arus investasi yang semakin merata ke daerah diharapkan menjadi fondasi pertumbuhan berkelanjutan pada 2026, sekaligus memperkuat daya saing industri Indonesia di pasar global.
Dengan strategi hilirisasi yang terintegrasi, pemerintah menargetkan nilai tambah sumber daya alam dapat dinikmati lebih besar di dalam negeri, sembari membuka peluang kerja dan mempercepat pembangunan kawasan industri di luar Jawa. ***