Prabowo Tegaskan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Non-Blok, Perkuat Kewaspadaan Indonesia Hadapi Gejolak Global
I Putu Suyatra• Selasa, 3 Februari 2026 | 06:22 WIB
Prabowo Subianto
BALIEXPRESS.ID – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan nasional dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang kian kompleks dan penuh ketidakpastian. Dalam sejumlah forum strategis, Prabowo mengingatkan bahwa ketegangan dunia bukan fenomena baru, melainkan telah mengiringi perjalanan Indonesia sejak awal kemerdekaan.
Menurut Presiden, konflik ideologis global sudah terjadi sejak era Presiden pertama RI, ketika dunia terbelah ke dalam blok-blok besar seperti komunis dan antikomunis. Situasi tersebut, kata Prabowo, selalu membawa dampak bagi negara-negara di luar pusat konflik, termasuk Indonesia.
“Dari mulai presiden pertama, kita, Indonesia, tapi seluruh dunia, berada di tengah perang ideologi besar. Dunia dipecah menjadi blok—ada blok komunis dan blok antikomunis, bisa dikatakan blok demokrasi dan blok kapitalis,” ujar Prabowo.
Dalam konteks kekinian, Presiden Prabowo juga menyoroti meningkatnya kekhawatiran internasional terhadap potensi konflik global berskala besar, termasuk ancaman perang dunia ketiga. Ia menyebut berbagai simulasi internasional menunjukkan bahwa dampak perang nuklir akan dirasakan seluruh umat manusia, bahkan oleh negara yang tidak terlibat langsung.
“Kalau terjadi perang dunia ketiga dengan nuklir, kita yang tidak terlibat saja pasti kena,” tegasnya.
Prabowo menjelaskan, ancaman tersebut bukan hanya konflik militer, tetapi juga dampak lingkungan dan kemanusiaan jangka panjang. Salah satu risiko serius yang dibahas para pakar dunia adalah fenomena nuclear winter, yakni kondisi ketika debu dan partikel radioaktif menutupi matahari dalam waktu lama.
“Kita akan kena partikel radioaktif. Ikan-ikan bisa terkontaminasi. Akan terjadi nuclear winter karena debu menutup matahari, bukan satu atau dua tahun, tapi bisa puluhan tahun. Ini yang sedang dibicarakan di dunia,” ungkap Presiden.
Menghadapi situasi global tersebut, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan non-blok, sebagaimana diwariskan para pendiri bangsa. Indonesia tidak akan bergabung dengan pakta militer mana pun dan tidak memihak blok kekuatan tertentu.
“Saya sebagai mandataris meneruskan warisan pendiri bangsa, menjalankan politik luar negeri bebas aktif, non-aligned, non-blok,” ujarnya.
Presiden Prabowo menekankan bahwa sikap non-blok bukan berarti pasif. Indonesia akan tetap aktif membangun kerja sama internasional, memperkuat diplomasi, serta menjalin persahabatan dengan seluruh negara demi menjaga stabilitas kawasan dan perdamaian dunia.
Dengan kewaspadaan nasional yang kuat serta konsistensi politik luar negeri, Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto berkomitmen menjaga kedaulatan negara sekaligus berkontribusi nyata bagi perdamaian global. ***