Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Potensi SDA Papua Perkuat Arah Swasembada Energi Nasional Indonesia

I Putu Suyatra • Rabu, 18 Februari 2026 | 14:07 WIB

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto

BALIEXPRESS.ID - Papua kian menegaskan perannya sebagai wilayah strategis dalam peta jalan swasembada energi Indonesia, seiring besarnya potensi sumber daya alam (SDA) yang dimiliki. Pemerintah mendorong percepatan pemanfaatan energi terbarukan dan bioenergi berbasis komoditas lokal guna mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya optimalisasi potensi daerah, termasuk Papua, melalui pengembangan bioenergi dari kelapa sawit, tebu, dan singkong (cassava).

“Kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan juga BBM dari kelapa sawit,” ujar Prabowo.

Selain kelapa sawit, pengembangan tebu dan singkong dinilai strategis untuk menghasilkan etanol sebagai bahan bakar nabati. Presiden menargetkan dalam lima tahun ke depan, seluruh daerah di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri.

“Tebu menghasilkan etanol, singkong juga untuk etanol, sehingga kita rencanakan dalam lima tahun semua daerah bisa berdiri di atas kakinya sendiri,” tegasnya.

Integrasi Bioenergi dan Energi Terbarukan

Prabowo juga menekankan pentingnya integrasi bioenergi dengan energi terbarukan seperti tenaga surya dan tenaga air. Menurutnya, langkah ini tidak hanya memperkuat kemandirian energi, tetapi juga berpotensi menghemat anggaran negara hingga ratusan triliun rupiah setiap tahun.

“Kalau kita bisa menanam kelapa sawit, singkong, tebu dengan tenaga surya dan tenaga air, bayangkan berapa ratus triliun yang bisa kita hemat tiap tahun,” katanya.

Saat ini, beban impor energi Indonesia masih tergolong tinggi. Nilai impor bahan bakar minyak (BBM) disebut mencapai sekitar Rp520 triliun per tahun, sehingga pengurangan impor akan membuka ruang fiskal yang jauh lebih luas bagi pembangunan nasional.

Strategi Nasional Kurangi Impor BBM

Arah kebijakan tersebut diperkuat oleh Ketua Harian Dewan Energi Nasional sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Ia menyebut Presiden telah menginstruksikan penyusunan strategi komprehensif untuk menekan impor BBM.

“Ada empat fokus Bapak Presiden, yaitu kedaulatan energi, ketahanan energi, penguatan kemandirian energi, dan swasembada energi,” ujar Bahlil.

Ia menambahkan, ketahanan energi nasional yang saat ini berada di kisaran 21 hari ditargetkan meningkat hingga tiga bulan melalui pembangunan infrastruktur penyimpanan energi di berbagai wilayah strategis.

Dukungan Masyarakat Papua

Dukungan terhadap kebijakan tersebut juga datang dari putra asli Papua, Yance Mote. Ia menilai arah pembangunan energi nasional sejalan dengan kebutuhan dan harapan masyarakat lokal.

“Kesejahteraan masyarakat Papua menjadi hal utama yang diperhatikan oleh Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Yance menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat adat agar terlibat langsung dalam pengelolaan SDA secara berkelanjutan.

“Bagi kami, sudah saatnya masyarakat Papua naik kelas, dari yang tadinya hanya menjadi objek menjadi subjek pembangunan,” tegasnya.

Melalui pengelolaan SDA yang terintegrasi antara energi terbarukan, bioenergi, dan migas, Papua diproyeksikan menjadi pilar utama swasembada energi Indonesia sekaligus penggerak pemerataan ekonomi nasional. (*)

Editor : I Putu Suyatra
#Prabowo Subianto #papua