Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sekolah Garuda Terapkan Kurikulum Unggulan untuk Perkuat Talenta Sains dan Teknologi Nasional

I Putu Suyatra • Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:11 WIB

Sekolah Garuda
Sekolah Garuda

BALIEXPRESS.ID — Program Sekolah Garuda dirancang sebagai motor penguatan talenta unggul Indonesia di bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika). Melalui kurikulum khusus dan pendekatan pendidikan terintegrasi, Sekolah Garuda diharapkan mampu meningkatkan minat generasi muda sekaligus menjawab kebutuhan industri nasional akan sumber daya manusia sains dan teknologi.

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek), Ahmad Najib Burhani, menegaskan bahwa penguatan STEM menjadi fondasi utama pendirian Sekolah Garuda. Menurutnya, kebutuhan tenaga ahli sains dan teknologi di Indonesia sangat tinggi, terutama untuk mendukung agenda industrialisasi dan hilirisasi nasional.

“Lulusan perguruan tinggi kita saat ini belum didominasi bidang STEM, padahal kebutuhan industri sangat besar. Karena itu, penguatan ekosistem STEM harus dimulai sejak jenjang SMA,” ujar Najib.

Ia menambahkan, Sekolah Garuda dikembangkan berdasarkan konsep the one percent rule, yakni gagasan bahwa negara perlu memberikan perhatian khusus kepada sekitar satu persen siswa dengan kemampuan luar biasa atau bakat istimewa yang selama ini belum terfasilitasi secara optimal.

“Ketika berbicara inklusivitas, perhatian sering tertuju pada kelompok rentan. Namun ada kelompok lain yang kerap terlewat, yakni anak-anak dengan kecerdasan dan bakat luar biasa. Jumlahnya kecil, tetapi kontribusinya sangat besar bagi kemajuan bangsa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Najib menekankan bahwa Sekolah Garuda juga menjadi instrumen strategis dalam pemerataan pembangunan pendidikan nasional. Sekolah ini tidak dibangun di Pulau Jawa, melainkan di wilayah-wilayah yang memiliki potensi besar namun masih menghadapi tantangan akses dan percepatan kualitas pendidikan.

“Kami yakin talenta hebat tidak hanya lahir di Jawa. Banyak potensi di daerah yang setara, bahkan bisa melampaui, jika difasilitasi dengan sistem pendidikan yang tepat,” tegasnya.

Sejalan dengan itu, Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Ardi Findyartini, mengungkapkan bahwa SMA Unggul Garuda akan menerapkan empat kurikulum utama yang menjadi pembeda dari sekolah menengah atas pada umumnya.

“Empat kurikulum tersebut meliputi kurikulum penguatan STEM, kurikulum nasional, kurikulum pengembangan karakter peserta didik di sekolah berasrama, serta kurikulum internasional,” jelas Ardi.

Ke depan, para lulusan Sekolah Garuda juga dipersiapkan untuk mengikuti Program Beasiswa Garuda. Program ini dirancang untuk membuka akses seluas-luasnya bagi talenta terbaik Indonesia, tanpa memandang latar belakang sosial dan geografis, agar mampu bersaing di tingkat global.

“Program Beasiswa Garuda akan memberi kesempatan kepada siswa dari Sekolah Garuda maupun sekolah umum untuk berkompetisi dan melanjutkan pendidikan sarjana di luar negeri,” ujarnya.

Dengan penerapan kurikulum inovatif dan strategi pembinaan talenta unggul sejak dini, Sekolah Garuda diharapkan menjadi katalis penting dalam mencetak generasi sains dan teknologi yang siap membawa Indonesia melangkah lebih maju di panggung global.

Editor : I Putu Suyatra
#Sekolah Garuda