Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ramadan 2026: Skema Bansos Ganda Diluncurkan, PKH dan BPNT Cair untuk Ringankan Beban Keluarga Prasejahtera

I Putu Suyatra • Minggu, 1 Maret 2026 | 11:58 WIB

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul

BALIEXPRESS.ID – Pemerintah meluncurkan skema bansos ganda pada Ramadan 2026 untuk menjaga daya beli dan meringankan beban keluarga prasejahtera. Penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler triwulan I 2026 disebut telah terealisasi lebih dari 90 persen secara nasional.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan, pencairan bansos reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) terus berjalan menjelang bulan suci.

“Alhamdulillah proses penyaluran bansos reguler terus berjalan dan sekarang sudah lebih dari 90 persen secara nasional, untuk PKH maupun BPNT atau bantuan sembako,” ujar Gus Ipul.

PKH dan BPNT Jadi Andalan Bansos Ramadan 2026

Program yang dijalankan melalui Kementerian Sosial ini menyasar jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Skema bansos reguler ini menjadi fondasi perlindungan sosial tahunan, terutama saat Ramadan ketika kebutuhan rumah tangga meningkat.

Tak hanya bansos reguler, Kemensos juga menggulirkan bansos adaptif atau kebencanaan di wilayah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Untuk tiga provinsi tersebut, bansos PKH dan sembako telah disalurkan kepada 1.763.038 KPM dengan total anggaran mencapai Rp 1,8 triliun.

“Bansos reguler untuk tiga provinsi itu diberikan kepada 1.763.038 keluarga penerima manfaat, nilai anggarannya Rp 1,8 triliun,” jelasnya.

Bantuan Jaminan Hidup dan Isian Rumah Pascabencana

Pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera, pemerintah juga menyalurkan bantuan jaminan hidup kepada 175.211 penerima manfaat sebesar Rp 450 ribu per bulan selama tiga bulan, dengan total anggaran lebih dari Rp 238 miliar.

Penyaluran dilakukan secara bertahap melalui PT Pos dan BSI setelah data penerima diverifikasi dan disahkan oleh Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satgas Percepatan Rekonstruksi dan Rehabilitasi.

Selain itu, bantuan isian rumah diberikan kepada lebih dari 47 ribu KPM dengan nilai total lebih dari Rp 143 miliar. Setiap keluarga menerima bantuan sebesar Rp 3 juta.

Stimulus Ekonomi Ramadan 2026 Diperkuat Bantuan Pangan

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah juga menyiapkan bantuan pangan tambahan sebagai stimulus ekonomi Ramadan 2026.

“Bantuan pangan untuk memperluas daya beli dan memperkuat dari sisi demand side, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan,” kata Airlangga.

Melalui skema bansos ganda—reguler dan adaptif—pemerintah memastikan perlindungan sosial berjalan komprehensif selama Ramadan 2026. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga prasejahtera sekaligus memperkuat ketahanan sosial di tengah dinamika ekonomi nasional. ***

Editor : I Putu Suyatra
#ramadan #saifullah yusuf #bansos