Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mensos Saifullah Yusuf Pastikan MBG untuk Lansia dan Disabilitas Segera Diluncurkan, Terintegrasi dengan BGN

I Putu Suyatra • Senin, 2 Maret 2026 | 12:08 WIB

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul

BALIEXPRESS.ID – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk lansia dan penyandang disabilitas segera diluncurkan. Program ini tengah dimatangkan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) agar pelaksanaannya lebih terintegrasi dan tepat sasaran.

Kepastian tersebut disampaikan Gus Ipul usai bertemu Kepala BGN, Dadan Hindayana, di Kantor BGN, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas skema teknis hingga pola kerja sama antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan BGN dalam memperluas jangkauan MBG bagi kelompok rentan.

“Hari ini saya berkoordinasi dengan Prof Dadan untuk mematangkan program Makan Bergizi Gratis khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas. Alhamdulillah konsepnya makin matang dan sudah jelas bentuk kolaborasinya,” ujar Gus Ipul.

Integrasi Program MBG dan Permakanan Kemensos

Gus Ipul menjelaskan, MBG untuk lansia dan disabilitas merupakan penguatan dari program “Permakanan” yang selama ini dijalankan Kemensos. Sebelumnya, bantuan makanan siap santap telah disalurkan melalui pendamping sosial dan kelompok masyarakat (Pokmas) di berbagai daerah.

Kini, skema MBG nasional akan dipadukan agar cakupannya semakin luas dengan standar gizi yang lebih terukur dan sistem distribusi yang lebih efisien.

Penyediaan makanan nantinya akan memanfaatkan jaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik BGN yang telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sementara itu, proses penjangkauan dan distribusi kepada penerima manfaat tetap dilakukan melalui mekanisme layanan sosial Kemensos.

“SPPG yang menyiapkan makanan, sementara pengantaran dilakukan oleh Pokmas atau caregiver,” jelasnya.

Prioritaskan Lansia Rentan dan Disabilitas Berat

Program MBG lansia dan disabilitas ini menyasar masyarakat yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya kelompok desil 1–5. Prioritas utama diberikan kepada lansia rentan serta penyandang disabilitas berat yang memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Dengan skema ini, pemerintah berharap pemenuhan gizi kelompok rentan dapat dilakukan secara langsung, terukur, dan berkelanjutan.

Gus Ipul juga menyampaikan apresiasi kepada BGN atas sinergi yang terbangun. “Terima kasih Prof Dadan yang telah membimbing kami menyusun konsep ini sehingga terintegrasi secara menyeluruh dengan MBG nasional,” tambahnya.

Sinergi BGN dan Kemensos Perluas Jangkauan Layanan

Sementara itu, Dadan Hindayana menilai kolaborasi antara BGN dan Kemensos akan mempercepat dan mempermudah jangkauan layanan bagi kelompok rentan. Ia menegaskan, jaringan SPPG telah tersedia hampir di setiap wilayah dengan radius rata-rata 4 kilometer.

“Dengan adanya SPPG di setiap wilayah, tugas Kemensos dalam menjangkau lansia dan penyandang disabilitas akan jauh lebih mudah. Penyediaan makanan dari SPPG, distribusi oleh petugas sosial. Ini sinergi yang sangat baik,” ujarnya.

Peluncuran MBG untuk lansia dan disabilitas ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat perlindungan sosial dan memastikan kelompok rentan mendapatkan akses gizi yang layak di seluruh Indonesia.

Editor : I Putu Suyatra
#Mbg #saifullah yusuf