BALIEXPRESS.ID – Komitmen Indonesia dalam membangun generasi sehat dan berkualitas melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat sorotan dunia internasional. Program unggulan pemerintah ini bahkan diangkat dalam forum global, termasuk sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebagai contoh nyata investasi gizi untuk pembangunan manusia.
Dalam berbagai forum internasional, Indonesia menegaskan bahwa program makan bergizi tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga berkontribusi besar terhadap sektor pendidikan, ekonomi keluarga, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh.
Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Munafrizal Manan, menegaskan bahwa pemenuhan gizi merupakan bagian penting dari upaya pemajuan hak asasi manusia, khususnya hak atas kesehatan dan tumbuh kembang anak.
“Program Makan Bergizi Gratis adalah langkah konkret negara dalam memastikan hak dasar masyarakat terpenuhi. Melalui forum Dewan HAM PBB, Indonesia ingin menunjukkan bahwa pembangunan manusia berkelanjutan tidak bisa dilepaskan dari pemenuhan gizi yang memadai,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah ini sejalan dengan komitmen global dalam menciptakan pembangunan yang inklusif. Akses terhadap makanan bergizi dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyebut Program MBG sebagai kebijakan strategis yang berdampak jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Program ini bukan sekadar bantuan makanan, tetapi investasi besar untuk masa depan generasi bangsa,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa berbagai studi menunjukkan pemenuhan gizi yang baik pada anak mampu meningkatkan konsentrasi belajar serta perkembangan kognitif siswa secara signifikan.
Senada dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa Program MBG harus dipandang sebagai investasi jangka panjang negara.
“Dampaknya tidak hanya jangka pendek, tetapi juga pada produktivitas ekonomi dan daya saing Indonesia di masa depan,” jelasnya.
Menurut Airlangga, perhatian dari berbagai lembaga internasional terhadap Program MBG menunjukkan bahwa kebijakan ini memiliki dampak luas terhadap pembangunan manusia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam isu global terkait investasi gizi dan kualitas generasi masa depan. ***
Editor : I Putu Suyatra