Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bangga! Putra asal Jembrana Brigjen I Made Sukawijaya Dipercaya Jabat Dirpolair Korpolairud Baharkam, Berikut Rekam Jejaknya

I Putu Mardika • Minggu, 22 Maret 2026 | 09:04 WIB
Brigadir Jenderal (Brigjen) I Made Sukawijaya, S.I.K, M.Si
Brigadir Jenderal (Brigjen) I Made Sukawijaya, S.I.K, M.Si
 

BALIEXPRESS.ID-Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan mutasi besar-besaran terhadap puluhan perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) pada awal tahun 2026. Mutasi tersebut tertuang dalam dua surat telegram, yakni ST/99/I/KEP./2026 tertanggal 15 Januari 2026 dan ST/143/I/KEP./2026 tertanggal 22 Januari 2026 lalu.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menyegarkan organisasi sekaligus memperkuat soliditas kepemimpinan menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks.

Di tengah mutasi tersebut, nama I Made Sukawijaya menjadi salah satu sorotan. Perwira menengah asal Bali ini dipercaya mengemban jabatan strategis sebagai Direktur Kepolisian Perairan (Dirpolair) pada Korpolairud Baharkam Polri. Jabatan tersebut memiliki peran krusial dalam menjaga keamanan dan penegakan hukum di wilayah perairan nasional yang memiliki kompleksitas tinggi.

Penunjukan Sukawijaya dinilai bukan tanpa dasar. Ia sebelumnya dikenal luas saat menjabat sebagai Kapolres Buleleng di Buleleng, sebuah wilayah dengan karakter geografis pesisir serta dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat yang beragam. Dalam masa kepemimpinannya, ia menekankan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan profesionalisme anggota dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga: Pengawasan Korupsi Kepala Daerah Tetap Jalan Saat Lebaran 2026, Pemerintah dan KPK Siaga Penuh

Pengalaman memimpin satuan kewilayahan tersebut menjadi modal strategis ketika ia kini bertugas di tingkat pusat. Di lingkungan Korpolairud, Sukawijaya dihadapkan pada tantangan pengelolaan operasi kepolisian perairan yang tidak hanya menuntut ketegasan penegakan hukum, tetapi juga kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi guna meningkatkan efektivitas koordinasi lintas sektor.

Lebih jauh, pengangkatan ini dipandang sebagai bentuk pengakuan institusi atas kapasitas kepemimpinan dan rekam jejaknya. Penugasan di tingkat nasional tidak sekadar rotasi jabatan, tetapi juga menjadi fase penguatan pengalaman strategis sebelum kemungkinan kembali mengabdi di daerah dengan tanggung jawab yang lebih luas.

Sebagai putra daerah asal Jembrana, kiprah Sukawijaya juga memiliki makna simbolik bagi masyarakat Bali. Dengan karakter wilayah Bali yang berbasis kepulauan dan memiliki potensi ancaman maritim, figur perwira dengan pengalaman di bidang kepolisian perairan dinilai sangat relevan dalam mendukung sistem keamanan wilayah yang terintegrasi.

Rekam Jejak Karier

Perjalanan karier I Made Sukawijaya menunjukkan konsistensi pengabdian di bidang kepolisian perairan. Ia mengawali berbagai penugasan strategis yang memperkuat kompetensinya di sektor maritim. Salah satu tonggak penting adalah saat menjabat sebagai Komandan Kapal A2-1 di Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri pada 2010, yang menjadi fondasi pengalaman operasional laut.

Kariernya berlanjut di Polda Kepulauan Riau, di mana ia dipercaya sebagai Perwira Menengah (Pamen) pada 2012, kemudian menjabat sebagai Kasatrol (Kepala Satuan Patroli) Ditpolair. Dalam posisi ini, ia berperan aktif menjaga keamanan wilayah perairan strategis yang rawan pelanggaran lintas batas.

Pada 2013, ia diangkat sebagai Kasubdit Penegakan Hukum (Gakkum) Ditpolair Polda Kepulauan Riau. Jabatan ini menempatkannya di garis depan dalam penanganan berbagai tindak pidana maritim, mulai dari illegal fishing, penyelundupan, hingga pelanggaran hukum lainnya di wilayah perairan Indonesia.

Pengalaman panjang tersebut kemudian mengantarkannya pada berbagai posisi strategis hingga akhirnya dipercaya memimpin Direktorat Kepolisian Perairan di tingkat nasional. Dalam kepemimpinannya, ia dikenal mendorong peningkatan patroli laut serta penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan keamanan maritim yang semakin kompleks.

Secara sosiologis, rekam jejak Sukawijaya mencerminkan tipologi perwira Polri yang berkembang melalui pengalaman lapangan, kemudian bertransformasi ke dalam peran strategis di tingkat institusional. Kombinasi antara pengalaman empiris dan kapasitas manajerial ini menjadi modal penting dalam menjaga kedaulatan serta stabilitas keamanan wilayah perairan Indonesia.

Baca Juga: Tekankan Pentingnya Merawat Kerukunan, Bupati Adi Arnawa Hadiri Shalat Id di Puspem Badung

Ke depan, tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan kejahatan konvensional di laut, tetapi juga isu-isu kontemporer seperti keamanan maritim terpadu, illegal fishing, hingga dinamika geopolitik kawasan. Dalam konteks tersebut, kepemimpinan yang berbasis pengalaman lapangan seperti yang dimiliki Brigjen I Made Sukawijaya menjadi aset strategis bagi penguatan institusi Polri secara berkelanjutan. (dik)

 

Editor : I Putu Mardika
#polri