BALIEXPRESS.ID – Pemerintah terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia sebagai upaya memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia (SDM), sistem pembelajaran, dan pembinaan karakter peserta didik.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyampaikan optimismenya bahwa pembangunan Sekolah Rakyat Aceh 2 di Kota Subulussalam dapat diselesaikan sesuai target meski menghadapi tantangan logistik. Lokasi yang berada di kawasan perbatasan membuat distribusi material konstruksi memerlukan waktu lebih lama dibandingkan daerah lain.
“Kita harus mengakui bahwa lokasi Subulussalam cukup menantang dari sisi logistik. Mengangkut material ke sini tidak mudah,” ujar Dody.
Untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum menerapkan sejumlah strategi, termasuk mengoptimalkan penggunaan struktur beton pada beberapa bagian bangunan.
“Beberapa titik yang semula direncanakan menggunakan baja akan kita evaluasi untuk sebagian diganti dengan beton agar pelaksanaan konstruksi bisa lebih cepat tanpa mengurangi kualitas bangunan,” katanya.
Dody menjelaskan bahwa progres pembangunan telah mencapai sekitar 60 persen. Menurutnya, kualitas bangunan tetap menjadi prioritas utama agar fasilitas pendidikan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Yang terpenting bukan hanya cepat selesai, tetapi juga menghasilkan bangunan yang berkualitas dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” tegasnya.
Percepatan pembangunan Sekolah Rakyat juga berlangsung di Kalimantan Barat. Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, menilai program ini merupakan investasi strategis untuk meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia.
“Pembangunan infrastruktur pendidikan seperti Sekolah Rakyat bukan sekadar membangun gedung sekolah. Yang sedang kita bangun adalah masa depan anak-anak Indonesia,” ujarnya.
Di sisi lain, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang khusus bagi anak-anak dari keluarga yang paling rentan secara ekonomi. Konsep sekolah berasrama dinilai mampu mendukung pembelajaran akademik sekaligus pembentukan karakter secara menyeluruh.
“Sekolah Rakyat diprioritaskan untuk keluarga yang benar-benar tidak mampu. Ini merupakan hadiah dari Presiden Prabowo bagi anak-anak yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas,” kata Gus Ipul.
Ia juga mengungkapkan bahwa perkembangan para siswa menunjukkan hasil yang menggembirakan.
“Saya melihat anak-anak semakin percaya diri, kondisi fisiknya lebih baik, lebih sehat, lebih disiplin, dan semakin nyaman menjalani proses pembelajaran,” ujarnya.
Saat ini, program Sekolah Rakyat telah hadir di 166 titik di seluruh Indonesia. Dengan percepatan pembangunan fasilitas, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta penguatan pembinaan karakter siswa, pemerintah berharap Sekolah Rakyat menjadi fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Editor : I Putu Suyatra