Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri Bisa Dikurangi Demi Hapus Kemiskinan di Indonesia

Wiwin Meliana • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 08:18 WIB
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan efisiensi anggaran demi mempercepat penghapusan kelaparan, kemiskinan
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan efisiensi anggaran demi mempercepat penghapusan kelaparan, kemiskinan

 

BALIEXPRES.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menghapus kemiskinan, kelaparan, dan kemiskinan ekstrem di Indonesia melalui kebijakan efisiensi anggaran. Bahkan, Prabowo menyatakan anggaran sektor pertahanan dan kepolisian dapat dikurangi apabila langkah tersebut diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Pernyataan itu disampaikan Presiden usai memimpin Panen Raya Serentak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

"Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan. Kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem harus kita hilangkan. Insyaallah kita akan hilangkan. Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu, anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi, untuk menghilangkan kemiskinan," tegas Prabowo.

Presiden menjelaskan efisiensi anggaran menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mempersiapkan Indonesia menuju negara maju pada 2045–2050. Menurutnya, keberhasilan cita-cita tersebut bergantung pada kualitas generasi muda yang saat ini masih berada di bangku sekolah.

"Jadi anak-anak yang sekarang umur 10 tahun, yang di SD, dia nanti 25 tahun lagi dia 35 tahun, dia intinya bangsa Indonesia. Jadi kalau kita sekarang tidak urus anak-anak itu, dia bagaimana akan menjadi negara keempat terbesar di dunia?" ujar Presiden.

Prabowo menegaskan investasi pada pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat merupakan fondasi penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

Pertahanan Terbaik Adalah Rakyat Sejahtera

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa kekuatan pertahanan nasional tidak hanya bergantung pada alutsista maupun anggaran militer, tetapi juga pada kondisi rakyat yang sehat, kuat, dan sejahtera.

"Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kalau ada yang macam-macam sama bangsa Indonesia, seluruh rakyat akan membela bangsa ini," kata Prabowo.

Karena itu, ia meminta TNI dan Polri terus hadir di tengah masyarakat, khususnya membantu petani, nelayan, dan warga yang membutuhkan.

Presiden juga mengapresiasi kontribusi TNI dan Polri dalam membantu masyarakat melalui pembangunan infrastruktur serta penyediaan akses air bersih di berbagai daerah.

"Hari ini saya bangga, hari ini saya bahagia. TNI bangun berapa ribu jembatan, Polri juga, berapa ribu titik air. Kita atasi, kesulitan rakyat kita atasi," ungkapnya.

Prabowo kembali menegaskan bahwa TNI dan Polri adalah institusi milik rakyat yang harus selalu berpihak pada kepentingan masyarakat.

"Ini Indonesia, TNI, Polri milik rakyat. Kesulitan rakyat harus kita atasi. TNI, Polri harus mengatasi kesulitan rakyat," pungkas Presiden.

Dengan kebijakan efisiensi anggaran yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, pemerintah berharap target penghapusan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kualitas hidup rakyat dapat tercapai sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.

 

Editor : Wiwin Meliana
Prabowo kemiskinan