BALIEXPRESS.ID — Kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali merebak. Kali ini, sebanyak 413 warga sekolah yang terdiri dari siswa, guru, hingga karyawan SMKN 2 Jogja dilaporkan mengalami gejala gangguan pencernaan usai mengonsumsi hidangan program MBG.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (16/9). Para korban baru merasakan keluhan seperti mual, pusing, dan sakit perut pada malam harinya.
Kepala Disdikpora DIY, Raden Suci Rohmad, mengonfirmasi tingginya angka warga sekolah yang terdampak. Berdasarkan investigasi awal, olahan menu makanan diduga menjadi pemicu utama.
"Berdasarkan beberapa informasi dan investigasi, olahan ayam gongso yang tidak matang sempurna diduga menjadi penyebab keracunannya," beber Raden Suci, Jumat (18/9).
Distribusikan Dihentikan, Sampel Diuji Laboratorium
Merespons banyaknya keluhan pada Rabu malam, pihak SMKN 2 Jogja bergerak cepat dengan menghentikan sementara distribusi paket MBG untuk hari berikutnya. Sekolah berkoordinasi dengan SPPG Caturtunggal, Depok, Sleman 3 agar makanan tidak dibagikan kepada para murid.
Selain itu, Polsek Jetis bersama pihak sekolah dan penyedia jasa (SPPG) langsung melakukan investigasi lapangan. Pengambilan sampel makanan juga telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat untuk diuji di laboratorium.
Pihak sekolah mengupayakan agar seluruh biaya pengobatan siswa yang terdampak dapat ditanggung penuh oleh pihak penyedia makanan. Akibat insiden ini, program MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara hingga proses investigasi selesai.
Disdikpora DIY Desak Evaluasi Besar-besaran
Suci Rohmad menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor, mulai dari Satgas MBG DIY hingga pemerintah daerah, guna memastikan insiden serupa tidak terulang di sekolah lain.
"Harapannya ada evaluasi besar-besaran," tegasnya.
KPPG Sleman Minta Publik Tunggu Hasil Uji Lab
Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Sleman, Harsono Budi Waluyo, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan indikasi gangguan pencernaan tersebut sejak Rabu (16/9) sore.
Budi menjelaskan bahwa menu MBG yang dibagikan hari itu terdiri dari nasi putih, ayam gongso, tempe krispi, tumis labu siam dan wortel, serta buah pisang. Total penerima manfaat dari SPPG tersebut mencapai 2.010 orang.
Meski demikian, Budi mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi verifikasi laboratorium dari Dinas Kesehatan sebelum menyimpulkan penyebab pasti maupun angka pasti korban.
Editor : I Putu Suyatra"Data jumlah terdampak masih harus dikonfirmasi lebih lanjut oleh otoritas kesehatan. Sampai laporan ini disampaikan, tidak terdapat penerima manfaat yang menjalani rawat inap," jelas Budi.