Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Gokar sejak 6 Bulan Lalu, Sekjen: Temui Langsung Ketua Umum

I Made Mertawan • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 08:18 WIB
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Nusron Wahid saat konferensi pers di kantornya, Selasa (12/8/2026). (Dimas Choirul/JawaPos.com)
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Nusron Wahid saat konferensi pers di kantornya, Selasa (12/8/2026). (Dimas Choirul/JawaPos.com)

BALIEXPRESS.ID- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid dikonfirmasi telah melepas jabatannya di jajaran pengurus DPP Partai Golkar. 

Keputusan tersebut diambil jauh sebelum kementerian yang dipimpinnya disorot oleh penegak hukum.

Sekjen DPP Partai Golkar, Sarmuji, membenarkan perihal mundurnya Nusron dari kepengurusan partai.

Baca Juga: Kangen Band Dikabarkan Bubar, Ini Kepastian Konser di Sragen Desember 2026

Menurutnya, langkah itu telah dikomunikasikan secara langsung kepada ketua umum partai beringin sejak beberapa waktu lalu.

"Sudah lama (Nusron Wahid mengundurkan diri), seingat saya lebih dari 6 bulan lalu, Pak Nusron menemui langsung ketua umum,” ungkap Sarmuji kepada awak media pada Sabtu (19/9/2026).

Kendati memilih melepas posisinya di kepengurusan pusat, Sarmuji memastikan bahwa status Nusron sebagai kader dan anggota Partai Golkar tidak berubah.

Baca Juga: Curi Sertifikat Tanah, BPKB dan Cincin Emas, Pria di Bangli Bebas Lewat RJ

Terkait alasan di balik pengunduran diri tersebut, ia menduga hal itu berkaitan dengan keinginan Nusron untuk mencurahkan perhatian penuh pada bidang lain.

”Beliau tetap menjadi anggota (Partai) Golkar. Saya tidak tahu persis alasannya (dia mundur). Mungkin ingin fokus ke hal lain,” tambahnya.

Baca Juga: Profil Trisha JKT48: Dari Generasi 12 hingga Jadi Member Team Love

Keputusan mundur ini beriringan dengan dinamika yang tengah terjadi di instansi yang dipimpin Nusron.

Belum lama ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN yang ditandai dengan penggeledahan di kantor sang menteri.

Menanggapi langkah hukum dari lembaga antirasuah tersebut, Nusron menegaskan sikap kooperatif.

Ia menyatakan lembaganya menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum (APH).

"Kita ikuti prosesnya ini dan kami serahkan sepenuhnya kepada KPK sebagai APH," tutur Nusron.

Nusron menjamin bahwa stabilitas operasional di kementeriannya tidak terdampak.

Ia telah menginstruksikan seluruh jajaran pegawai agar tetap menjaga soliditas dan fokus menuntaskan target-target pelayanan publik yang telah dicanangkan, seperti program peralihan hak dan pengukuran tanah terjadwal.

”Kami minta tetap solid, pelayanan tetap jalan, peralihan hak 10 hari tetap jalan, pengukuran terjadwal tetap jalan, kan memang sebelum ini kita sudah komitmen untuk itu, untuk melakukan beberapa inovasi-inovasi dan perubahan-perubahan," terang Nusron.

 

Editor : I Made Mertawan
Sumber : jawapos.com
kpk partai golkar nusron wahid