Dugaan Keracunan MBG, Menkes Kerahkan Tim Ahli RSCM Tangani Dua Siswi Karo

I Putu Suyatra • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 12:31 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026). (Salman Toyibi/ Jawa Pos) 

BALIEXPRESS.ID – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan penanganan dua siswi asal Kabupaten Karo, Sumatra Utara, yang diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) melibatkan tim ahli Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Kedua siswi tersebut, Febiona Br Purba dan Agnesia Parulina Br Sitonga Febiola, kini menjalani perawatan di RSCM. Sebelumnya, keduanya sempat mendapat penanganan medis di Sumatra Utara sebelum dipindahkan ke Jakarta menggunakan pesawat komersial dengan pendampingan orang tua dan tenaga medis.

Budi mengatakan tim ahli dibentuk setelah Kementerian Kesehatan berkoordinasi dengan sejumlah rumah sakit, termasuk RSCM dan RS Harapan Kita. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kedua pasien memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis yang lebih komprehensif.

"Saya sudah mengumpulkan tim RSCM karena sesuai dengan arahan dari Pak Wakil Presiden (Gibran Rakabuming)," kata Budi.

Tim yang menangani kedua pasien terdiri atas dokter spesialis anak, ahli neurologi anak, psikiater anak, serta dokter yang memiliki keahlian di bidang penyakit dalam.

Menurut Budi, pemeriksaan neurologi diperlukan karena terdapat aspek yang berkaitan dengan sistem saraf. Sementara itu, psikiater anak dilibatkan untuk memastikan kondisi pasien diperiksa secara menyeluruh.

Hasil Pemeriksaan Ditunggu

Budi mengatakan pemeriksaan terhadap kedua siswi masih berlangsung. Hasil pemeriksaan diperkirakan dapat diketahui dalam satu hingga dua hari ke depan.

"Mereka sudah bekerja, harusnya hasilnya sebentar lagi keluar. Kenapa saya tidak mau berspekulasi? Karena lebih baik ahli yang menjawab," tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution menyampaikan bahwa pemindahan kedua pasien ke Jakarta merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan korban memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal.

"Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasien mendapat pemeriksaan, dan penanganan medis lebih lanjut secara optimal," kata Bobby.

Pemerintah Evaluasi Pelaksanaan MBG

Selain penanganan pasien, pemerintah menilai kasus dugaan gangguan kesehatan setelah konsumsi MBG perlu diikuti evaluasi terhadap pelaksanaan program. Evaluasi mencakup aspek keamanan pangan dan pengawasan untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Pengamat komunikasi Universitas Indonesia Ari Junaedi menilai respons pemerintah terhadap korban perlu dilanjutkan dengan pembenahan tata kelola.

"Pemerintah menunjukkan bahwa negara terus hadir di saat rakyatnya tengah tertimpa musibah," ujar Ari.

Menurut Ari, perhatian terhadap korban perlu berjalan beriringan dengan evaluasi sistem dan mekanisme penanganan. Dengan demikian, respons terhadap persoalan MBG tidak berhenti pada penanganan kasus, tetapi juga dapat menghasilkan perbaikan kebijakan yang terukur.

Editor : I Putu Suyatra
keracunan Mbg Budi Gunadi Sadikin