Sekolah Rakyat Jangkau 44 Ribu Siswa, Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Gratis bagi Keluarga Miski

I Putu Suyatra • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 06:02 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi 

BALIEXPRESS.ID – Pemerintah terus memperluas program Sekolah Rakyat untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Hingga saat ini, Sekolah Rakyat telah beroperasi di 182 lokasi dengan jumlah siswa lebih dari 44.000 orang, termasuk anak-anak yang sebelumnya putus sekolah.

Program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga rentan, sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, lebih dari 90 lokasi Sekolah Rakyat telah menggunakan gedung permanen. Pemerintah terus menyiapkan fasilitas pendidikan di lokasi lainnya agar semakin banyak anak dapat mengakses layanan pendidikan.

“Ya tentu kami akan sedikit melaporkan tentang perkembangan Sekolah Rakyat yang sekarang sudah beroperasi di 182 titik, 90 lebih itu menggunakan gedung permanen. Di mana siswanya sekarang sudah lebih dari 44 ribu,” kata Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, pemerintah masih melengkapi kebutuhan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana pendukung. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar di seluruh lokasi yang telah beroperasi tetap berjalan.

“Yang terus kita lakukan konsolidasi dan terus berusaha untuk memenuhi kekurangan-kekurangan sumber daya manusia maupun juga dukungan-dukungan sarana-prasarana. Tapi secara umum dapat saya sampaikan adalah semua proses pembelajaran bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sekolah Rakyat Bantu Anak Putus Sekolah Kembali Belajar

Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan fasilitas pendidikan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kondisi sosial dan kebutuhan pendampingan siswa.

Gus Ipul mengungkapkan, sebagian siswa Sekolah Rakyat sebelumnya sempat berhenti sekolah selama satu hingga dua tahun. Bahkan, terdapat anak-anak yang pernah bekerja di lingkungan yang tidak semestinya sehingga membutuhkan pendampingan sebelum mengikuti pembelajaran secara optimal.

Kondisi tersebut membuat Sekolah Rakyat turut memperhatikan aspek sosial siswa, selain memberikan materi pembelajaran di kelas.

Sementara itu, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial Devi Deliani menegaskan, Sekolah Rakyat hadir untuk melengkapi layanan pendidikan yang sudah tersedia, bukan menggantikan sekolah negeri.

Menurutnya, pemerintah tetap melakukan pembenahan sekolah negeri melalui jalur masing-masing, sementara Sekolah Rakyat secara khusus menjangkau anak-anak dari keluarga rentan yang membutuhkan dukungan lebih besar untuk memperoleh pendidikan.

“Sekolah Rakyat melengkapi sekolah negeri yang terus dibenahi di jalurnya masing-masing, bukan menyaingi atau mengambil alih anggarannya,” kata Devi.

Pemerintah Targetkan 150 Ribu Siswa Sekolah Rakyat pada 2027

Devi menyebut perluasan Sekolah Rakyat dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menargetkan lebih dari 150.000 siswa dapat terlayani melalui program tersebut pada 2027.

Dalam jangka panjang, pemerintah juga menargetkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di setiap kabupaten dan kota dengan kapasitas lebih dari 2.000 siswa.

Devi menilai program ini menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk memperluas kesempatan pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan generasi mendatang.

“Sekolah Rakyat adalah janji bahwa tidak ada anak Indonesia yang harus mewarisi kemiskinan orang tuanya hanya karena tidak pernah diberi kesempatan. Ini adalah bentuk investasi bangsa untuk menciptakan anak cucu dan generasi mendatang yang tumbuh lebih adil dan sejahtera,” kata Devi.

Editor : I Putu Suyatra
Sekolah Rakyat