Kontak Tembak di Maybrat, Tiga Anggota OPM Tewas, Danops Manfret Fatem Teridentifikasi

I Putu Suyatra • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 17:31 WIB
Kontak tembak antara Tim Gabungan TNI dengan anggota OPM dari Kodap Sorong Raya mengakibatkan 3 orang tewas. (Koops TNI Habema)
Kontak tembak antara Tim Gabungan TNI dengan anggota OPM dari Kodap Sorong Raya mengakibatkan 3 orang tewas. (Koops TNI Habema) 

BALIEXPRESS.ID – Kontak tembak antara kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan tim gabungan TNI di Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, menewaskan tiga anggota OPM. Salah satu korban teridentifikasi sebagai Manfret Fatem, yang disebut menjabat sebagai Danops OPM Kodap IV/Sorong Raya.

Kontak tembak tersebut terjadi saat personel gabungan TNI melaksanakan pengamanan wilayah. Tim yang terlibat terdiri atas personel Denkul 4/Satgas Rajawali V dan Satgas Yonif 9 Marinir.

Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan, operasi pengamanan dilaksanakan secara selektif, terukur, dan profesional sesuai ketentuan hukum serta aturan pelibatan yang berlaku. Keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan tugas.

”Setiap ancaman terhadap keselamatan masyarakat dan aparat harus ditangani secara tegas, profesional, dan terukur,” kata Riyanto kepada awak media, Jumat (9/10/2026).

Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, satu dari tiga anggota OPM yang tewas telah teridentifikasi sebagai Manfret Fatem. Sementara itu, dua korban lainnya belum disebutkan identitasnya dalam keterangan yang disampaikan.

OPM Kodap IV/Sorong Raya Dikaitkan dengan Sejumlah Gangguan Keamanan

Koops TNI Habema menyebut kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya terlibat dalam sejumlah peristiwa gangguan keamanan di wilayah Papua Barat Daya dan sekitarnya. Menurut data yang disampaikan pihak TNI, sejumlah insiden tersebut mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka.

Salah satu peristiwa yang disorot terjadi di Kampung Sorry. Dalam kejadian tersebut, dua personel Korps Marinir dilaporkan meninggal dunia, sementara dua pucuk senjata api milik TNI dirampas oleh kelompok bersenjata tersebut.

Insiden di Kampung Kamat menjadi bagian dari upaya pengamanan yang dilakukan aparat untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maybrat. Meski demikian, penanganan situasi di lapangan tetap harus memperhatikan keselamatan warga sipil yang berada di sekitar lokasi konflik.

Riyanto menegaskan bahwa tujuan pengamanan tidak hanya untuk mengatasi gangguan keamanan, tetapi juga menciptakan kondisi yang memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman.

”Namun tujuan utama pelaksanaan tugas bukan sekadar mengatasi gangguan keamanan, melainkan memastikan masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan aman, tanpa rasa takut, serta memperoleh pelayanan dan kesempatan membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

TNI Amankan Lokasi dan Temukan Sejumlah Barang Bukti

Setelah kontak tembak terjadi, personel gabungan TNI melakukan pengamanan lokasi dan pemantauan situasi untuk mencegah kemungkinan gangguan lanjutan.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Infanteri M. Wirya Arthadiguna menyatakan, berdasarkan laporan sementara, tidak ada personel TNI yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

”Setelah kejadian, personel gabungan melakukan pengamanan lokasi dan pemantauan situasi guna memastikan kondisi tetap aman serta mencegah terjadinya gangguan lanjutan. Berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat korban dari pihak personel TNI dalam kontak tembak tersebut,” kata Wirya.

Dari lokasi kejadian, aparat menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan kelompok bersenjata tersebut. Barang bukti itu meliputi satu pucuk senjata api jenis AK-101, 30 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, amunisi kaliber 9 milimeter, serta dua unit telepon seluler.

Petugas juga menemukan atribut kelompok OPM, bendera Bintang Kejora, satu dokumen OPM, dan sejumlah perlengkapan pendukung lainnya.

Pengamanan Papua Barat Daya Dilanjutkan

Koops TNI Habema memastikan kegiatan pengamanan wilayah akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan dan melindungi masyarakat dari dampak kekerasan bersenjata.

Selain operasi pengamanan, TNI menyatakan pendekatan dialog, pembinaan teritorial, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat tetap menjadi bagian dari upaya menciptakan situasi yang kondusif.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keamanan sekaligus mendukung masyarakat di Papua Barat Daya agar dapat menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi tanpa terganggu konflik bersenjata.

Hingga keterangan tersebut disampaikan, aparat masih melakukan pemantauan situasi pascakejadian di wilayah Kampung Kamat dan sekitarnya.


 

Editor : I Putu Suyatra
Sumber : Jawa Pos
kontak tembak tni papua opm