BALI EXPRESS, UBUD - Selain wisata bahari, Bali juga memiliki aktivitas wisata lain untuk uji nyali yang menjadi buruan wisatawan baik asing maupun lokal, yakni destinasi arung Jeram. Biasanya aktivitas wisata ini dilakukan di sepanjang aliran sungai yang ada di kawasan Badung Utara ataupun di wilayah Ubud.
Salah satu sungai yang menjadi spot olah raga nonpantai ini adalah Sungai Ayung yang mengalir dari daerah Payangan, Gianyar dan bermuara di Selat Badung. Sungai ini memiliki panjang sekitar 62,5 kilometer dan melalui tiga kabupaten di Bali.
Di sepanjang Sungai Ayung, khususnya di kawasan hulu sungai, sungai ini banyak dimanfaatkan sebagai spot olah raga arung jeram. Salah satunya adalah Ayung Dewata Raffting yang berlokasi di Desa Ubud Kabupaten Gianyar. Lantas seperti apa keseruan menguji nyali di aliran Sungai Ayung ini?
Menjajal rafting dengan Ayung Dewata Rafting ini, wisatawan yang berkunjung ke Bali akan dimanjakan dengan beragam fasilitas dan pengalaman yang seru.
Seperti yang disebutkan Agung Wahyuni, salah seorang staf Ayung Dewata Rafting, sebagai salah satu operator penyedia rafting, Ayung Dewata Rafting berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggannya. “Untuk fasilitas pelayanan, kami berusaha memberikan yang terbaik kepada para pelanggan kami, sehingga para pelanggan bisa melakukan aktivitas dengan nyaman,” jelasnya.
Adapun fasilitas yang disiapkan antara lain, fasilitas penjemputan gratis dari hotel tempat tamu menginap, perlengkapan rafting, asuransi, dan air mineral gratis. Jika tamu ingin menikmati makan siang, pihak Ayung Dewata juga akan menyediakan fasilitas makan siang secara buffet.
Untuk aktivitasnya sendiri, sebelum rafting di mulai, Wahyuni menyebutkan peserta akan diberikan pengarahan oleh instruktur. Dalam sesi briefing ini, peserta akan diperkenalkan dengan peralatan rafting yang digunakan seperti, jaket pelampung, dayung, perahu karet, posisi duduk di atas perahu, cara penyelamatkan diri jika perahu terbalik. “Serta hal- hal lainnya yang berkaitan dengan kenyamanan dan keselamatan peserta arung jeram,” lanjutnya.
Setelah sesi briefing ini, peserta rafting akan diajak untuk menuju areal rafting yakni di aliran Sungai ayung yang terletak di Desa Tanggayuda, Kedewatan, Ubud. Untuk mencapai lokasi rafting ini, peserta akan diajak berjalan kaki selama 30 menit melewati areal persawahan masyarakat.
Meskipun melewati areal perkebunan dan jalan yang dilalui cukup curam, tapi Wahyuni mengatakan jika jalan akses menuju lokasi rafting cukup bagus. “Dari lokasi briefing menuju lokasi arung jeram ini kami sediakan anak tangga dari beton, sehingga jalannya tidak licin,” paparnya.
Setelah sampai di lokasi, peserta akan dibagi menjadi beberapa kelompok, satu kelompok untuk satu perahu karet dengan kapasita empat sampai enam orang dan ditemani oleh satu instruktur. Setelah selesai siap, aktivitas rafting akan dimulai dengan waktu tempuh selama 2 jam dari dari start point sampai di finish point dengan jarak sekitar 10 kilometer.
Selama menyusuri aliran Sungai Ayung ini, peserta akan diajak untuk menjajal derasnya arus sungai ayung dengan beberapa spot medan yang cukup sulit. “Selama menjelajah sungai ini, kami akan memberikan kesempatan peserta untuk mengambil foto di beberapa spot, mulai dari latar belakang air terjun, alur bebatuan yang terjal hingga latar belakang tebing padas khas Sungai Ayung,” terangnya.
Selain menikmati derasnya Sungai Ayung, selama perjalannya menuju titik akhir Rafting, peserta akan disuguhi dengan beragam pemandangan, mulai dari hutan desa yang lebat, tebing padas Sungai Ayung dilengkapi dengan ukiran khas Bali, dan jika beruntung, peserta bisa melihat beberapa binatang liar dan burung liar yang masih hidup bebas di sekitar hutan Desa Ubud.
Editor : I Putu Suyatra