Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dagang Nasi Tekor; Suasana Bali Mula, Lawar Biu Batu yang Mulai Langka

I Putu Suyatra • Sabtu, 5 Agustus 2017 | 17:26 WIB
Photo
Photo

BALI EXPRESS, DENPASAR - Satu lagi tempat makan kuliner khas Bali yang sangat ikonik. Namanya Warung Tekor. Pernah dengar? Ya, belakangan warung ini memang cukup populer.


Namun, bagi sebagian orang, nasi tekor memang terdengar tidak terlalu familiar. Nasi tekor memang barbau sangat tradisional. Untuk diketahui, nasi tekor merupakan nasi yang disajikan di dalam tekor atau pincuk yakni wadah yang terbuat dari daun pisang. Dan dalam kuliner Bali pada zaman dulu, tekor ini adalah salah alat yang digunakan untuk menyajikan makanan sebelum adanya piring.


Menikmati makanan dengan tekoran, bagi masyarakat Bali tidak saja mampu menambah nikmat rasa masakan. Tapi makan dengan tekor juga bisa membawa kita untuk kembali ke masa lalu, masa dimana warung nasi masih menyajikan nasi dengan tekor.


Untuk saat ini pelaku kuliner di Bali memang sudah jarang menyajikan makanan dengan tekor. Namun, di tengah ramainya industri kuliner dengan konsep modern, di tengah kota Denpasar, Warung Tekor memilih konsep yang sangat tradisional.


Tidak hanya tekor, bahkan ketika pelanggan berkunjung ke warungnya ini yang berlokasi di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar Timur, pelanggan tidak hanya menikmati masakan tradisional Bali yang disajikan di dalam tekor, tetapi juga bisa bernostalgia dengan masa lalu.


Selain karena suasana warung memang dibuat sealami mungkin, hampir seluruh properti yang digunakan adalah peralatan makan zaman dulu. Seperti  gelas yang digunakan untuk menyajikan minuman terbuat dari gelas kaleng yang memiliki corak hijau putih atau kaleng merah tua. Selain itu masih ada tempurung kelapa yang digunakan untuk menyajikan hidangan berkuah. Seperti apa keunikan warung nasi ini?


Pande Made Darta, sang pemilik warung, saat ditemui Kamis kemarin (4/8), menuturkan, konsep utama dari Dagang Nasi Tekor adalah warung nasi yang menyajikan masakan khas Bali. "Untuk masakan yang kami sediakan adalah masakan khas Bali berbahan dasar daging ayam," jelasnya.


Untuk menu makanannya sendiri, nasi tekor yang pada dasarnya adalah nasi campur Bali yang dalam satu porsinya terdapat beberapa jenis lauk khas Bali. Adapun jenis lauk yang disajikan dalam satu porsinya antara lain, lawar biu batu, serapah ayam, sambal Bali, kacang goreng, ayam panggang dan kuah ares.


Sedangkan untuk pilihan paket nasinya, Dagang Nasi Tekor memiliki beberapa jenis paket nasi campur Bali. Mulai dari nasi tekor jukut gonde, nasi tekor lawar biu batu, dan nasi campur bali. Ketiga nasi campur ini jika dilihat tampilannya hampir sama, yakni menggunakan lawar biu batu sebagai lauk utamanya.


Lawar biu batu ini dijelaskan Darta adalah salah satu jenis olahan lawar khas Bali yang saat ini sudah sangat jarang dihidangkan di industri kuliner Bali. “Lawar biu batu ini terbuat dari pisang batu yang dicampur dengan daging ayam dan bumbu lawar seperti lawar pada umumnya,” terangnya.


Untuk lawar biu batu ini, Darta menyebutkan jika lawar ini ada setiap hari, karena pasokan pisang batu sebagai bahan utama dari perkebunan miliknya dan petani cukup banyak dan melimpah. Sehingga setiap hari warung ini ini bisa menyajikan lawar biu batu.


Selain lawar biu batu, menu lainnya yang dihidangkan adalah serapah ayam. Yakni daging ayam yang dimasak dengan bumbu kuning yang dicampur dengan santan kental dan terus dimasak hingga santan tersebut mengental dan daging ayam matang.


Rasa dari daging serapah ini cukup gurih karena ada tambahan santan kental dan beberapa jenis bumbu khas lainnya. “Rasa gurih ini didapat dari daging ayam yang sehat dan adanya tambahan santan kental ketika memasaknya,” ungkap Darta.


Selanjutnya adalah tum ayam, tum ayam ini secara umum dari segi tampilannya sama dengan tum ayam pada umumnya. Namun yang membedakannya adalah bahan baku dari tum ayam ini adalah ayam kampung. 

Editor : I Putu Suyatra
#denpasar