Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gunakan Gunungan dan Motif Kawung, Ini Makna Logo KTT G20

Nyoman Suarna • Selasa, 15 November 2022 | 20:29 WIB
Logo KTT G20
Logo KTT G20
BALI EXPRESS- Gelaran KTT G20 di Nusa Dua, Bali, dilaksanakan pada 15-16 November 2022 dengan dihadiri ratusan delegasi dari seluruh dunia. Pada Logo KTT G20 2022, Indonesia menggunakan gunungan dan motif kawung.

Keduanya merupakan kerarifan lokal dan warisan nenek moyang dari masa lampau. Bentuknya berupa siluet gunungan bersulur tanaman yang menggambarkan kehidupan di alam semesta, khususnya perpindahan menuju babak baru.

Ini mencerminkan optimisme dan semangat untuk pulih dari pandemi dan memasuki babak baru pembangunan hijau dan inklusif. Sulur dan daun juga dipilih untuk merepresentasikan kepedulian lingkungan yang menjadi salah satu fokus utama di G20. Juga sebagai bagian dari solusi (part of solution) dan bridge builder.

Dilansir  dari Pojoksatu.id gunungan adalah piranti utama dalam seni pertunjukan wayang kulit di Jawa. Wujudnya menyerupai gunung dan dikenal pula dengan istilah kayon yang berasal dari mata kayu karena menggambarkan pohon kehidupan beserta hewan penghuni hutan.

Gunungan juga selalu jadi pembuka dan penutup pertunjukan wayang. Gunungan akan ditancapkan tegak lurus sebelum pertunjukan dimulai dan ketika selesai, dikenal dengan istilah tancep kayon.

Wayang gunungan bukan sekadar pelengkap, melainkan sangat sarat makna. Dalam laman resmi Pemkab Kebumen dijelaskan filosofi lengkap dan makna gunungan. Gunungan pada wayang kulit berbentuk kerucut atau lancip ke atas yang melambangkan kehidupan manusia.

Semakin tinggi ilmu dan semakin tua usia, manusia harus semakin mengerucut (golong gilig) manunggaling jiwa, rasa, cipta, karsa, dan karya dalam kehidupan (semakin dekat dengan Sang Pencipta).

Sementara Motif Batik Kawung merupakan salah satu motif batik tertua di Indonesia dengan teknik tulis. Pada logo Presidensi G20 Indonesia, kawung melambangkan tekad dan semangat untuk menjadikan dunia lebih baik.

Budayawan Koeswadji dalam ‘Mengenal Seni Batik di Yogyakarta’, motif kawung diciptakan Sultan Agung Hanyokrokusumo pada kurun 1593- 1645.

Di sisi lain, motif kawung juga disebut sudah ada sejak era Raden Wijaya memimpin Kerajaan Majapahit periode 1293-1309.Saat itu, Raden Wijaya diketahui mengenakan baju kebesaran kerjaan yang bermotif kawung.

Bentuk motif ini terinspirasi oleh buah dari pohon aren atau palem yang buahnya bulat lonjong warna putih jernih. Kita mengenalnya sebagai kolang kaling.

  Editor : Nyoman Suarna
#Gunungan #Batik Motif Kawung #Makna Logo KTT G20