Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

19 Siswi SMP Digunduli karena Tak Pakai Ciput, Gus Falah Sebut Perbuatan Guru Itu Sangat Tercela

I Wayan Ananda Mustika Putra • Kamis, 31 Agustus 2023 | 20:11 WIB
Ketua Tanfiziah PBNU Nasyirul Falah Amru alias Gus Falah bicara soal siswi digundul gara-gara ciput.
Ketua Tanfiziah PBNU Nasyirul Falah Amru alias Gus Falah bicara soal siswi digundul gara-gara ciput.

JAKARTA, BALI EXPRESS- Aksi seorang guru SMP Negeri 1 Sidodadi, Lamongan, Jawa Timur menggunduli 19 siswi gara-gara dalaman jilbab (ciput) ditanggapi Ketua Tanfiziah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nasyirul Falah Amru yang biasa disapa Gus Falah.

Gus Falah mengaku sangat prihatin atas perlakuan guru berinisial EN yang melakukan itu hanya karena siswi tidak memakai ciput.

“Oknum guru itu sangat tercela, intimidatif tindakannya. Apalagi, pemakaian ciput dalam jilbab sebenarnya tidak diwajibkan dalam agama,” kata Gus Falah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu 30 Agustus 2023.

Dikutip dari ANTARA, Gus Falah menyampaikan, walaupun oknum guru itu melakukannya dengan tujuan baik, menurutnya perilaku tersebut tetap tidak dibenarkan karena mengunakan cara yang tidak baik. Tetap tak dibenarkan gunakan cara-cara yang tidak baik.

Dirinya mengatakan oknum guru itu seharusnya melakukan cara-cara yang baik dan santun bila ingin siswinya menggunakan ciput dalam berjilbab.

“Seharusnya sang guru mengajak siswinya pada kebaikan dengan cara yang baik dan penuh kesantunan, mauidhatul hasanah. Dalam Islam, tak dibenarkan melakukan amar makruf dengan cara-cara mungkar,” kata anggota DPR RI Dapil Lamongan dan Gresik itu.

Dari kejadian itu juga Gus Falah meminta pemda setempat untuk menangani dampak psikologis para siswi korban pembotakan.

“Saya mengapresiasi Dinas Pendidikan Lamongan yang telah menarik oknum guru itu dari kegiatan mengajar. Pemda juga harus memastikan agar peristiwa semacam ini tak terjadi lagi di seluruh sekolah di Lamongan,” kata putra dari ulama NU Ponorogo K.H. Amru Al Mu’tasyim itu.

Sebelumnya, pada hari Rabu 23 Agustus 2023, tindakan itu dilakukan oleh oknum guru berinisial EN.

Guru tersebut membotaki rambut bagian depan para siswi dengan mesin cukur karena mereka menggunakan jilbab tanpa ciput.

Namun ternyata tidak ada aturan yang mewajibkan sisi harus mengenakan ciput di SMPN 1 Sukodadi. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#gus falah #lamongan #ciput