Kaca rumah Muhammad Fajar Hasan berlubang seperti mirip bekas tembakan peluru tajam.
Fajar mengatakan bahwa selama ini tidak pernah mengalami ancaman apa pun.
"Alhamdulillah, selama ini saya tidak pernah menghadapi ancaman. Yang justru banyak adalah orang yang ingin bertemu dengan saya setelah saya menjadi calon legislatif," kata Fajar pada Jumat (6/10) seprti dikutip dari Radar Kudus.
Fajar menjelaskan bahwa ia pulang ke rumah sekitar pukul 02.00 Wita.
Namun, pada pagi harinya, sekitar pukul 07.30 Wita, anaknya menemukan kaca jendela rumah mereka berlubang.
"Saya baru diberitahu lubang di jendela kamar sekitar jam 8 pagi," ujarnya.
Kaca jendela yang berlubang terletak di kamar anak pertamanya, dan Fajar menduga bahwa ini bukan disebabkan oleh pelemparan.
Fajar segera melaporkan peristiwa ini kepada Kepolisian Resor (Polresta) Kendari. "Saya melihat bahwa ini bukan hasil pelemparan biasa, mungkin ada penyebab lain. Tetapi pada malam sebelumnya, tidak ada bunyi atau suara aneh," katanya.
Kepala Kepolisian Resor Kota Kendari, Kombes Pol Muh Eka Fathurrahman, mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan bahwa lubang di kaca rumah berasal dari tembakan peluru tajam.
Ia mengatakan bahwa penyelidikan masih sedang dilakukan di rumah yang terletak di Jalan Lumba-Lumba, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. "Kami belum dapat membuat kesimpulan, penyelidikan masih berlangsung," ujar Eka Fathurrahman.
Lebih lanjut, Kombes Pol Muh Eka Fathurrahman menyatakan bahwa tidak ditemukan proyektil peluru sisa penembakan di rumah Muhammad Fajar Hasan. "Gorden jendela juga tidak mengalami robekan," tambahnya.(*)
Editor : Suharnanto Bali Express