BALI EXPRESS-Penyebab kematian Caroline Angelica (CA) mahasiswi FKH Unair di Sidoarjo, Jawa Timur masih menjadi misteri.
AKP Ahmad Yani, Kanitreskrim Polsek Waru, AKP Ahmad Yani menjelaskan bahwa dugaan sementara korban Caroline Angelica kemungkinan tewas karena bunuh diri. Hal ini merujuk pada penemuan gas helium di sekitar tubuhnya.
Di samping gas helium, polisi juga menemukan dua lembar tulisan yang diduga sebagai surat wasiat milik korban Caroline Angelica.
Surat tersebut tertulis dalam bahasa Inggris dan ditujukan kepada ibu, saudara, paman, dan sahabat dekatnya.
Isi dari surat wasiat Caroline Angelica, dikutip dari jawapos.com pada hari Senin (6/11), menyiratkan rasa keputusasaan yang mendalam yang dirasakan oleh Caroline.
Meskipun menjadi seorang calon dokter hewan, ia merasa tidak mampu melihat masa depan yang cerah.
Surat pertama
Dear mama,
Terima kasih selama ini telah melindungiku. Tetapi sekarang perlindunganmu terasa sia-sia. Aku tak pernah membuat keputusanku sendiri dalam hidup ini. Sekarang inilah bagaimana aku menunjukkan kebebasanku.
Aku memilih apa yang aku pilih dalam hidup ini. Aku tak melihat masa depan untukku. Aku tahu bagaimana kau mencintaiku. Ini bukan salahmu. Aku tidak menyalahkanmu. Maaf aku tak bisa mencintaimu kembali. Maaf aku tak dapat melindungimu.
Dear saudara laki-laki dan perempuanku. Aku berharap kalian tak berakhir seperti aku. Kalian mungkin melihat aku sebagai anak yang cerdas. Aku nggak secerdas itu. Aku adalah seorang yang bodoh yang tak pernah melihat dunia sebenarnya.
Aku telah buta selama ini dan telah memberi kalian semua harapan palsu. Dunia ini kejam. Ingat itu. Aku mencintai kalian. Tapi aku tak bisa melakukannya lagi sejak aku berhenti berharap. Sudah terlambat sekarang.
Jika seluruh dunia mempertanyakan, aku tak melihat ada harapan. Aku ingin bertahan di sana.
Surat kedua
Dear paman
Terima kasih telah membukakan mataku untuk melihat dunia yang kejam ini. Tetapi bocah bodoh dan rapuh yang kamu cintai ini tak bisa berkawan dengan kenyataan. Aku memilih kabur. Maaf aku pengecut. Aku tak cerdas aku tak bijaksana. Kamu melihatku salah. Aku melihat tak ada masa depan dan juga kesuksesan.
Dear sahabat
Kalian begitu kuat dan berani. Aku berharap bisa seperti kalian. Tapi kalian tahu, aku lemah. Tak punya motivasi. Aku berharap kalian bahagia selamanya. Aku tahu kalian bisa. Maafkan aku. Aku sayang kalian.
Bila setiap orang pernah menjumpaiku. Bila aku salah, bunuh saja aku. Untuk dunia. ya, kamu telah menumbuhkan kegagalan, generasi lemah.
Hidup segan mati tak mau? Aku memilih untuk mati. (*)
Editor : Suharnanto Bali Express