Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tragedi di Pertapaan Indrokilo: Pertapaan Damai Berubah Jadi Tempat Kematian Warga Surabaya

I Putu Suyatra • Sabtu, 16 Maret 2024 | 04:09 WIB

MENINGGAL: Budiyanto, 40, warga Kelurahan Dukuh Setro, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya ditemukan meninggal di pondokan, MInggu (10/3). (istimewa)
MENINGGAL: Budiyanto, 40, warga Kelurahan Dukuh Setro, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya ditemukan meninggal di pondokan, MInggu (10/3). (istimewa)

BALI EXPRESS - Sebuah tragedi mengejutkan menghantui Pertapaan Indrokilo di Dusun Talunongko, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Budiyanto, 40 tahun, yang seharusnya mencari ketenangan di sana, menemui ajal dengan tragis.

Warga Kelurahan Dukuh Setro, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, bersama 10 orang lainnya, melakukan perjalanan berjalan kaki dari Dusun Gutean di Desa Dayurejo untuk bergabung dengan Budiyanto di pertapaan tersebut.

"Saat rombongan tiba, mobil yang mereka bawa dititipkan kepada warga setempat," ungkap Rasid, seorang warga setempat yang juga ketua Pokdarwis Panji Laras Desa Dayurejo.

Perjalanan Budiyanto dan rekannya dimulai pada Jumat (8/3) pukul 12.00 dan tiba di Pertapaan Indrokilo sekitar pukul 18.00. Namun, apa yang terjadi selanjutnya menjadi misteri.

Sabtu pagi (9/3), Budiyanto dan teman-temannya bersemedi di Setinggil, tempat suci di pertapaan tersebut.

Pada awalnya, kondisi Budiyanto masih sehat. Namun, sore harinya, suasana berubah drastis ketika dia menerima kabar bahwa istrinya sedang sakit.

Gelisah dengan kabar tersebut, Budiyanto tidak lagi melanjutkan meditasi atau pertapaannya. Keadaannya semakin memburuk hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia pada Minggu (10/3) pukul 21.40, di tempat peristirahatan di lokasi pertapaan.

Diduga kuat, penyakit asma atau jantung yang dideritanya kambuh, sesuai dengan riwayat medisnya.

Informasi dari jawapos.radarbromo.com dan sumber lainnya mengindikasikan bahwa Budiyanto ditemukan meninggal di ruang tengah pondokan, sebuah tempat istirahat semi-permanen di Pertapaan Indrokilo.

"Saksi dari rombongan mengatakan, Budiyanto sempat mengeluh sakit di dadanya sebelum meninggal," ungkap Rasid.

Ketika kematian Budiyanto diketahui, rekan-rekannya segera menghubungi warga setempat untuk meminta bantuan.

Pada malam yang sama, beberapa warga dari Talunongko naik ke lokasi untuk mengevakuasi jenazah.

Senin (11/3) dini hari, jenazah Budiyanto dibawa dengan tandu ke Dusun Talunongko dengan berjalan kaki.

Empat jam kemudian, tepatnya pukul 05.00, jenazah tiba di perkampungan warga.

"Jenazah diperiksa oleh Tim Inafis Polres Pasuruan didampingi oleh anggota Polsek Prigen serta Babinsa Dayurejo," tambah Rasid.

Setelah pemeriksaan, jenazah Budiyanto dievakuasi ke kamar mayat RS Bhayangkara, Watukosek, Gempol, pada hari yang sama.

Keluarga korban menerima kematian Budiyanto tanpa menghendaki dilakukan otopsi.

“Keluarga menganggap meninggalnya korban sebagai musibah dan dituangkan dalam surat pernyataan,” jelas Kapolsek Prigen AKP Sugiyanto.

Hasil penyelidikan awal menemukan berbagai jenis obat-obatan milik Budiyanto di tempat kejadian.

Namun, belum ada indikasi tindak kejahatan atau penyebab kematian yang mencurigakan.

Tragedi misterius ini meninggalkan banyak pertanyaan dan kebingungan di kalangan warga setempat. Apa yang sebenarnya terjadi di Pertapaan Indrokilo? Hal ini masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. *** 

 

 
 
Editor : I Putu Suyatra
#Bertapa #pasuruan #pertapaan indrokilo #meninggal